RADAR JOGJA – Warga terdampak pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) sudah bisa menempati rumah khusus (Rusus) Pedukuhan Siwates, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon. Sebanyak 53 unit Rusus sudah selesai dibangun dan bisa ditempati. Bupati Kulonprogo, Sutedjo hadir langsung dalam peresmian Rusus tersebut ditandai dengan penyerahan kunci secara simbolis, Selasa (6/10).

Bupati Sutedjo mengatakan, rusus sudah selesai dibangun dan sudah diserahkan dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Sebanyak 53 unit rumah belum semuanya berpenghuni, masih ada 13 unit yang kosong. Permohonan warga yang ingin menempati Rusus kini tengah diproses Dinas PUPKP Kulonprogo.

“Memanfaatkanlah rumah sebagai tempat tinggal sekaligus merawatnya. Status rusus ini magersari dari Pura Pakualaman, maka pemiliknya tidak boleh mengalihkan ke orang lain apalagi menjualnya,” katanya.

Dijelaskan, ucapan terimakasih kepada Pura Pakualaman yang telah berkenan meminjamkan lahan untuk membantu warga terdampak pembangunan YIA. Kebijakan Pura Pakualaman menjadi bukti sumbangsihnya demi kemajuan pembangunan nasional. Pemkab juga berterima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah mengabulkan usulan Pemkab Kulonprogo untuk membangunkan rusus bagi warga kami yang terdampak.

“Pembangunan rusus di Kaligintung ini merupakan tahap kedua. Sebelumnya rusus yang juga dibangun di atas PAG berada di wilayah Kalurahan Kedundang, Kapanewon Temon,” jelasnya.

Direktur Rusus, Kementerian PUPR, Raden Johny Fajar Sofyan Subrata secara virtual menegaskan, sesuai namanya, Rusus memang diperuntukan khusus, berbeda dengan perumahan lainnya dibangun untuk mendukung warga yang terdampak proyek pemerintah atau bencana alam.

“Tolong manfaatkan, rawat dan pelihara rumah tersebut sehingga menjadi rumah layak huni seterusnya. Karena masih dalam situasi pandemi, maka jangan lupa pula perhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” tegasnya.

Dijelaskan, pembangunan rusus bagi warga terdampak pembangunan YIA di Kulonprogo sudah dimulai sejak 2017. Rusus di Kaligintung dibangun 53 unit rumah dengan tipe 36 lengkap dengan prasarana umum. Proses pembangunan rusus menghabiskan anggaran Rp 7,753 miliar bersumber dari APBN 2019.

“Setiap rumah dibangun di atas lahan seluas 80 meter persegi, bangunan rumah terdiri dari satu ruang tamu, ruang keluarga, dua kamar tidur berikut kamar mandi. Dengan penambahan 53 unit Rusus baru di Siwates ini, maka total Rusus bagi warga terdampak YIA yang sudah diserahkan Kementrian PUPR di Kulonprogo ada 103 unit,” jelasnya.

Sementara itu, Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Kusuma Parasta mewakili KGPAA Paku Alam X mengungkapkan, pihaknya akan terus membantu masyarakat Jogjakarta termasuk Kulonprogo yang memang sangat membutuhkan. Kendati statsunya magersari yang mensyaratkan batasan-batasan guna mengantisipasi agar lahan tidak habis. “Kami akan membantu warga DIJ termasuk Kulonprogo, jika ada batasan-batasan (magersari) itu hanya sebagai cara agar tanah kerajaan tidak habis,” ungkapnya. (tom/bah)

Nusantara