RADAR JOGJA – Jogjakarta mengalami lonjakan ratusan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama dua hari. Tercatat penambahan 74 kasus pada Sabtu (19/9) dan 70 kasus hari ini (20/9). Sementara akumulasi kasus di Jogjakarta mencapai 2181 kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtningsih menjabarkan detil kasus. Untuk kasus hari ini tercatat dengan kasus 2117 hingga 2181. Distribusi kasus tertinggi berada di Kabupaten Sleman dengan 43 kasus. Menyusul kemudian Kota Jogja dengan 13 kasus.

“Lalu Kabupaten Bantul sebanyak 7 kasus, Kabupaten Kulonprogo dengan 5 kasus dan Kabupaten Gunungkidul dengan 2 kasus,” jelasnya, Minggu (20/9).

Data persebaran kasus pada Sabtu (19/9) juga didominasi Sleman dengan 32 kasus. Menyusul kemudian Kota Jogja dengan 23 kasus. Lalu Bantul dengan 8 kasus, Kulonprogo 9 kasus, Gunungkidul 1 kasus dan 1 kasus masih ditelusuri.

Satgas Covid-19 DIJ juga melaporkan adanya pasien meninggal dunia. Satu kasus meninggal dunia Sabtu (19/9. Tercatat sebagai pasis kasus 1692, perempuan berusia 62 tahun asal Bantul. Memiliki riwayat penyakit penyerta diabetes melitus, jantung dan ginjal.

Sementara hari ini terdapat 4 laporan mortalitas. Pertama pasien kasus 2123, perempuan berusia 22 tahun. Lalu pasien 2139, lali-laki berusia 43 tahun. Pasien kasus 2164, perempuan berusia 57 tahun dan pasien kasus 2168, laki-laki berusia 39 tahun.

“Akumulasi laporan mortalitas mencapai 58 kasus. Untuk empat kasus terakhir atau hari ini masih dalam penelusuran riwayatnya,” katanya.
Untuk catatan pasien sembuh juga mengalami peningkatan. Tercatat ada 20 pasien sembuh, Sabtu (20/9). Sementara hari ini dilaporkan ada 15 pasien sembuh.

“Total pasien sembuh hingga hari ini mencapai 1506 kasus,” ujarnya.
Berdasarkan data tersebut, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIJ ini memastikan kapasitas tempat tidur rawat inap isolasi aman. Terlebih pasien positif asimptomatik tak dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Data terbaru menyebutkan dari 48 unit tempat tidur kritikal terisi 23 unit. Artinya masih tersisa 25 unit. Sementara untuk tempat tidur non kritikal tersedia 404 unit. Telah terpakai 251 unit.

“Non kritikal ini masih tersisa 153 unit. Masih mencukupi untuk pasien dengan bergejala. Untuk asimptomatik telah dirawat di shelter yang disediakan masing-masing pemkab maupun Pemkot,” katanya. (dwi/tif)

Nusantara