RADAR JOGJA- Sempat dikabarkan tak akan mendapat kendaraan politik untuk kontestasi Pilkada Sleman 2020, Sri Muslimatun justru bakal melenggang dengan dikawal tiga partai. Yakni Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Golkar.

Dari segi syarat perolehan kursi di DPRD Sleman, gabungan ketiga partai tersebut lebih dari cukup. Nasdem dengan 3 kursi, PKS (6), dan Golkar (5).

Sri Muslimatun menyatakan siap bersaing dengan  calon bupati yang muncul dalam kontestasi Pilkada Sleman 2020. Yakni Kustini Sri Purnomo (KSP) dan Danang Wicaksana Sulistya (DWS). Dia optimistis mampu melewati persaingan itu jika semua partai dan kader pengusungnya solid.

Keyakinan itu menyusul terbitnya surat keputusan rekomendasi dari tiga partai bakal pengusungnya. Sementara Amin Purnama mengaku telah mempersiapkan rencana pencalonannya pada pilkada kali ini sejak seribu hari lalu. “Sejak awal itu saya putuskan untuk mendampingi atau didampingi oleh Bu Sri Muslimatun,” ungkapnya.

Adapun surat keputusan (SK) rekomendasi Partai Keadilan Sejahtera diberikan kepada Sri Muslimatun dan Amin Purnama, Sabtu (29/8/2020). Yakni SK Nomor: 265.8/SKEP/DPP-PKS/2020, tertanggal 27 Agustus 2020.

Disusul SK dari Partai Nasdem yang diberikan kepada Sri Muslimatun dan Amin Purnama di Hotel Merapi Merbabu, Depok, Sleman kemarin (30/8/2020).

Sedangkan SK Partai Golkar Nomor: SKEP-308/DPP/GOLKAR/VIII/2020. SK pengesahan calon bupati-wakil bupati Sleman tertanggal 28 Agustus 2020 yang diteken Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk F. Paulus rencananya akan diberikan di sela acara Musda DPD Partai Golkar Sleman X yang dihelat di Indoluxe Hotel, Senin (31/8/2020).

Ketua DPD Partai Nasdem Sleman Surana mengatakan, Nasdem, Golkar dan PKS sepakat memenangkan pasangan yang diusung bersama pada Pilkada Sleman 2020. “Munculnya pasangan Sri Muslimatun dan Amin Purnama itu terjadi di menit-menit terakhir,” katanya.

Sedangkan Ketua DPW Partai Nasdem Subardi menyatakan, SK rekomendasi untuk Sri Muslimatun sudah di tangannya sejak Februari lalu. Namun sengaja disimpan. “Kami menunggu goyangan partai-partai lain dulu,” katanya.

Setelah terjalin koalisi dan muncul SK rekomendasi dari partai pengusung lainnya, Nasdem baru mengelurkan surat rekomendasinya.  Berikut SK untuk Amin Purnama. Menurut Mbah Bardi, sapaan akrabnya, SK untuk Amin Purnama hanya dibahas sehari semalam.(yog)

Nusantara