RADAR JOGJA – Unit Reskrim Polres Sleman melakukan reka adegan pembuangan bayi yang dilakukan sepasang kekasih muda di Sleman belum lama ini. Pada Senin (6/7) reka adegan digelar di dua lokasi, yakni di Urkes Polres Sleman dan lokasi pembuangan bayi di Dusun Gunungharjo, Prambanan.

Kanit PPA Polres Sleman Iptu Bowo Susilo menjelaskan, pelaku laki-laki berinisial A, 21 dan perempuan berinisial M, 20 memperagakan 21 adegan. Adegan pertama dimulai dari M merasakan sakit perut dikarenakan kontraksi.

“Karena sakit perut itu, pelaku M memberitahu pelaku A. Setelah itu, pelaku A menghubungi Grab untuk mengantarkan pelaku M ke Rumah Sakit yang ada di Semarang,” jelasnya, saat ditemui di sela kegiatan.

Usai melahirkan, lanjut Iptu Bowo, kedua pelaku sempat keluar dan meninggalkan bayinya 1 hari di rumah sakit. Pelaku datang kembali ke rumah sakit untuk membawa peralatan bayi seperti, selimut bayi, bantal bayi, dan perlak. Kemudian para pelaku mengambil bayi untuk dibawa keluar dari rumah sakit.

“Dari Semarang, kedua pelaku ini berputar-putar di wilayah Jogjakarta. Terakhir, keduanya bersepakat bahwa bayi diletakkan di lokasi kejadian perkara,” tambah Iptu Bowo.

Disebutkan, kedua pelaku melanggar pasal 76 B Jo pasal 77 B UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dan pasal 308 subsider pasal 304 dan 305 KUHP dengan ancaman 5 hukuman tahun.

Sementara itu, kuasa hukum pelaku Ahmad Mustaqim SH mengajukan penangguhan penahanan bagi tersangka. Alasannya, orang tua dari para pelaku telah menerima apa yang telah dilakukan oleh kedua pelaku. Bahkan, kedua belah pihak orang tuanya telah setuju untuk menikahkan M dan A.

“Kami berharap surat penangguhan penahanan segera dijawab oleh Polres maupun Polda. Alasan lain yakni, bayi tersebut membutuhkan ASI. Selama M menjalani masa penahanan, pelaku tidak bisa menyusui bayinya. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan maupun psikologis si bayi,” tandasnya. (sky/tif)

Nusantara