RADAR JOGJA – Pemulihan dampak ekonomi bagi Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) di kabupaten Bantul belum sepenuhnya dilakukan. Saat ini Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUKMP) Bantul masih melakukan pendataan UMKM terdampak Covid-19 sembari menunggu instruksi selanjutnya pemerintah Pusat.

Kepala DKUKMP Bantul Agus Sulistyana mengatakan, pendataan nantinya diajukan kepada Pemerintah DIJ maupun Pusat. Guna mendapatkan bantuan stimulus pemerintah. Sebagaimana instruksi Presiden melalui kementrian Koperasi dan UMKM (KemenkoUKM), bahwa pusat akan menggelontorkan dana senilai Rp 123,46 triliun kepada seluruh pelaku usaha.

Jumlah tersebut, terbagi menjadi subsidi bunga, penempatan dana untuk retru, belanja imbal jasa penjaminan (IJP), penjaminan untuk modal kerja (stop loss) dan pajak penghasilan (PPh) final. ”Sehingga, tidak hanya ditujukan bagi UMKM tetapi juga koperasi,” jelasnya (5/7).

PEMULIHAN : Pelaku UMKM Kerajinan Batik di Imogiri yang tetap bergeliat di masa pandemi Covid-19. ( MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA )

Dikatakan, selama ini pemulihan ekonomi belum maksimal. Pemulihan baru dilakukan oleh sebagian kecil UMKM saja. Yakni, bergerak dibidang kerajinan batik, dari total angka 49 ribu UMKM aktif di Bantul. Pemberdayakan, dilakukan untuk usaha pembuatan masker dan baju asmat.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan anggaran Rp 500 juta bersumber dari dana Pemda Bantul. Pembuatan masker dan baju asmat tersebut melibatkan UMKM yang bergerak di sektor batik juga para penjahit. Sebagian pengrajin diminta membatik, kemudian dijahit. Dan hasilnya diserahkan ke gugus tugas guna dibagikan ke masyarakat dan tenaga kesehatan (nakes). ”Saat ini masih kami data dan sinkronkan dengan yang ada DIJ,” terangnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis menuturkan, pemulihan dampak ekonomi akan dilakukan secara bertahap. Mulai pemberian stimulus bantuan tunai maupun nontunai untuk masyarakat terdampak keseluruhan termasuk korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan. Selanjutnya dengan membuka kembali objek pariwisata dan memberikan suntikan modal bagi pelaku usaha kecil. ”ya, kami lakukan bertahap. Sementara kami fokuskan dampak kesehatan baru selanjutnya tahapan pemulihan ekonomi,” ucapnya. (mel/bah)

Bantul