RADAR JOGJA – Hampir empat bulan ditutup, objek-objek wisata (obwis) di Kabupaten Bantul diizinkan dibuka kembali. Tidak hanya obwis yang dikelola pemkab saja, tetapi juga yang dikelola desa dan masyarakat. Mulai Juli ini obwis bisa diaktifkan kembali.

Kendati begitu, pengaktifan di tengah pandemi Covid-19 ini harus memenuhi standar protokol kesehatan. Yakni mengutamakan aspek kebersihan, kesehatan dan kenyamanan pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyebut, sudah saatnya pariwisata melakukan pemulihan ekonomi. Dikatakan, selama pandemi ini geliat wisata di Bantul mengalami kerugian minus 0,17 persen selama ditutup sejak Maret lalu. Dari keuntungan 6,7 persen sebelum pandemi. Sementara total kerugian mencapai Rp 11,9 miliar. Termasuk kerugian di desa wisata mencapai Rp 550 juta lebih. “Oleh sebab itu, semua objek wisata bisa mulai diaktifkan. Tetapi pengelola harus siap melaksanakan SOP,” tuturnya.

Dijelaskan, untuk obwis yang dikelola desa ataupun masyarakat disarankan menunjukkan kesiapan dengan melaporkan ke dispar. Laporan juga disertakan video kesiapan. Seperti, tempat cuci tangan dengan sabun, thermo gun, juga fasilitas alat pengaman diri (APD) bagi pengelola. “Juga mengontrol pengunjung jangan sampai timbul kerumunan,” katanya.

Di Taman Puspa Gading misalnya. Obwis yang dikelola masyarakat ini sudah ramai dikunjungi masyarakat. Padahal obwis belum dibuka. Ketua Pokdarwis Taman Puspa Gading, Padukuhan Tegaldawa, Bantul Sugiran mengatakan, pihaknya belum berani membuka obwis tersebut. Pihaknya masih melakukan pembenahan di lokasi. Menurutnya, penerapan standar protokol kesehatan itu tak mudah. Tentunya memerlukan biaya operasional tinggi. “Tapi akan kami musyawarahkan. Bagaimana SOP dapat dilaksanakan dengan baik,” katanya. Pihaknya menunggu keputusan rapat antar pengelola. “Sudah banyak warga menginginkan obwis ini dibuka,” ucapnya. (mel/din)

Bantul