RADAR JOGJA – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengingatkan pengelola objek wisata untuk konsisten menjalankan protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Terutama beberapa objek wisata yang saat ini masih dalam status uji coba. Tak menutup kemungkinan operasional berhenti apabila ada temuan kasus baru.

Diketahui beberapa objek wisata di DIJ mulai operasional normal. Sepuluh di antaranya atas rekomendasi Dinas Pariwisata DIJ. Masih ditambah objek wisata yang dalam pengawasan pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah pusat.

“Pada prinsipnya tempat wisata boleh buka tapi protokol wajib jalan. Sehingga kami menyebutnya taraf uji coba. Ini masih dalam pengawasan gugus tugas DIJ maupun kabupaten/kota,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Selasa (30/6).

Aji tak menampik operasional bisa terhenti sementara. Terlebih jika protokol kesehatan Covid-19 tidak berjalan optimal. Langkah evaluasinya adalah perbaikan celah kekurangan penerapan protokol.

Mantan Kepala Disdikpora DIJ ini juga meminta setiap pengelola objek wisata berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Gugus Tugas wilayah. Kaitannya adalah pendataan pengunjung di setiap objek wisata. Salah satunya dengan mengoptimalkan aplikasi milik Diskominfo DIJ.

Aji juga meminta pengelola wisata mengikuti perkembangan informasi Covid-19. Termasuk penambahan kasus positif Covid-19. Apabila ada lonjakan kasus tentu wajib menjadi perhatian seluruh pihak.

“Kita (angka kasus positif Covid-19) ini masih naik turun. Kadang kosong lalu melonjak, harus pahami bahwa penularan belum selesai. Nah, protokol tempat wisata itu wajib. Tidak sesuai ketentuan, wajib lengkapi dan tidak terima tamu dulu,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo memastikan tetap ada evaluasi berkala. Bahkan tak menutup kemungkinan adanya penanganan khusus. Sanksi tegas berlaku apabila ada temuan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

“Kalau kebangetan akan pertimbangkan tentang periijinannya. Untuk laporan kunjungan masih memantau dari sosial media. Mungkin disetiap hari cari informasi. Apabila ada yang melanggar akan mengambil langkah tegas,” ujarnya.

Singgih menegaskan taraf uji coba wajib memenuhi persyaratan. Untuk selanjutnya dilakukan evaluasi terhadap penerapan. Setiap pengelola juga wajib membuat surat pernyataan.

Terkait aplikasi masih dalam kajian. Setidaknya ada dua aplikasi yang dimiliki oleh Pemprov DIJ. Selain Plesiran Jogja adapula Cared+ Jogja milik Diskominfo DIJ. Aplikasi ini berfungsi memberikan informasi terkait wisata dan juga Covid-19.

“Uji coba itu ada persyaratan, seperti protokol, mereka juga diminta buat surat pernyataan. Dibuka tapi operasional terbatas. Kalau aplikasi, nanti akan dijajal di 10 destinasi dulu. Kolaborasi Cared+ Jogja dan Plesiran Jogja,” katanya. (dwi/tif)

Nusantara