RADAR JOGJA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan aturan mengenai relaksasi kredit bagi debitur terdampak virus korona (Covid-19). Aturan yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 ini diterbitkan sebagai stimulus bagi industri perbankan dan debitur yang terdampak penyebaran Covid-19.

Direktur Utama Bank Bapas 69 Teguh Wiharso menjelaskan, pihaknya perlu melakukan persiapan untuk memenuhi aturan ini. “Pihak perbankan tidak serta merta bisa langsung memenuhi apa yang telah diinstruksikan oleh Bapak Presiden (Joko Widodo). Kami harus melakukan penyiapan perangkat lunaknya,” jelasnya saat rapat di ruang Badan Anggaran DPRD pada Senin (6/4). Rapat ini membahas tindak lanjut pemerintah pusat terkait dampak ekonomi yang dialami masyarakat akibat penyebaran Covid-19.

Dalam rapat tersebut, turut hadir pimpinan dari delapan bank. Di antaranya, BRI Cabang Magelang, Bank Jateng Cabang Magelang, Bank BPR Bapas 69, dan BPR BKK Muntilan.

Ada pula empat pimpinan lembaga pembiayaan. Di antaranya, Adira, FIF, ACC, dan Armada Finance.

Beberapa bank telah melakukan penjadwalan ulang terkait pembayaran utang. BRI Unit Borobudur, misalnya. Sejak akhir Maret sampai saat ini, bank tersebut mengabulkan perpanjangan jangka waktu pinjaman bagi 35 nasabah dengan total angka kredit senilai Rp 2 miliar.

Syarat yang diajukan relatif mudah. Debitur cukup melampirkan surat keterangan dari pemerintah desa setempat.

Hal serupa juga dilakukan sejumlah lembaga pembiayaan. Adira Finance telah menyetujui 33 pengajuan. Sedangkan ACC Finance sudah menyetujui 77 dari total 150 pelanggan yang mengajukan keringanan.

FIF menyetujui 2 dari 100 pengajuan. Armada Finance, yang memiliki sekitar 300 nasabah, belum bisa melakukan proses restrukturisasi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabipaten Magelang Suharno berharap berbagai pihak dapat saling membantu saat situasi krisis semacam ini. “DPRD berharap pada intinya dalam situasi seperti ini semua pihak, pemda, DPRD, termasuk pihak perbankan maupun lembaga pembiayaan, harus memiliki kepedulian dan mampu memberikan rasa banyak bagi masyarakat,” jelasnya. (asa/amd)

Nusantara