RADAR JOGJA – Sebanyak 1.701 personel Polda DIJ disiagakan untuk pengamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Termasuk mengamankan rumah ibadah saat perayaan Natal.
Ribuan personel itu terdiri atas Satgas Polda DIJ sebanyak 301 personel, Polresta Jogja 325 personel, Polres Bantul 260 personel, Polres Kulonprogo 245 personel, personel Gunungkidul 245 personel, dan Polres Sleman 325 personel. Polda juga membuat 18 pos pengamanan, lima pos pelayanan, dan 22 pos pantau.
“Supaya masyarakat dapat menjalankan ibadah, merayakan Natal kemudian juga untuk merayakan tahun baru dengan aman kami turunkan banyak personel,” kata Kapolda DIJ Irjen Pol Asep Suhendar seusai Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Progo 2019 di Mapolda DIJ, Jumat (20/12).
Asep mengatakan jumlah personel polisi itu masih ditambah dengan kekuatan dari tim gabungan. Seperti TNI, PMI, Satpol PP, Damkar, Basarnas, organisasi masyarakat, serta instansi lain. Keseluruhan personel gabungan untuk pengamanan Nataru mencapai 4.426 personel.
Selama Operasi Lilin Progo 2019 mulai 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020, aparat kepolisian difokuskan untuk mengantisipasi 12 potensi kerawanan. Sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Idham Azis. Yakni antisipasi aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan transportasi, sweeping ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako, konflik sosial tawuran, bencana alam, konvoi dan balap liar, kebakaran akibat petasan, pesta narkoba dan minuman keras.
“Kerawanan untuk yang akan terjadi diperkirakan adalah, adanya kerumunan massa. Oleh karena itu, kami mengamankan kegiatan masyarakat. Kemudian adanya kemacetan lalu lintas, adanya terorisme, adanya gangguan kamtibmas konvensional lain,” katanya.
Asep menjelaskan, total ada 652 objek pengamanan yang menjadi fokus polda. Meliputi tempat-tempat ibadah, destinasi wisata dan pusat perbelanjaan. Untuk pengamanan tempat-tempat ibadah, sejumlah personel akan ditempatkan di gereja sesuai tingkat kerawanannya. “Tentu kami menentukan lapis-lapis kekuatan untuk melakukan penjagaan, dan itu sudah kami atur,” ujarnya.
Karo Ops Polda DIJ Kombes Pol Hermansyah menambahkan, jumlah gereja di wilayah DIJ ada 404 gereja. Adapun gereja dengan kriteria aman sejumlah 360 gereja dan rawan 1 ada 44 gereja. Sedangkan tidak ada gereja dengan kriteria rawan 2.
Hermansyah menjelaskan, indikator rawan 1 yaitu gereja dengan jamaat banyak, pernah terjadi konflik dengan masyarakat, pernah terjadi konflik internal dan pernah terjadi teror. Sedangkan indikator rawan 2 yaitu gereja yang sedang berlangsung konflik.
Beberapa gereja besar, kata dia, akan dilakukan sterilisasi oleh unit Jibom Polda DIJ EOD (Explosive Ordonant Diposal) maupun dilakukan manual secara sederhana. Selain itu turut dilakukan pemeriksaan tas atau barang bawaan.
Dia juga meminta jika ditemukan barang mencurigakan agar jangan dipindahkan tetapi harus lapor ke polisi terdekat. “Dalam pengamanan ini, tentu Polri akan menggandeng petugas pengamanan internal gereja,” terangnya. (har/laz)

Nusantara