RADAR JOGJA – Kerusuhan antarsuporter pecah di akhir laga PSIM Jogja vs Persik Kediri pada pekan ke-13 Liga 2 wilayah timur di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin (2/9).

Dilansir dari jawapos.com, setidaknya 20 suporter dilarikan ke RS karena terkena lemparan batu. Baik dari kubu Persikmania (pendukung Persik) maupun Brajamusti (suporter PSIM).

Panpel Persik Widodo mengatakan, semua di rumah sakit. Di RSUD Gambiran, Bhayangkara, dan Aura Syifa, Kecamatan Ngasem. ”Rata-rata luka bocor,” kata Widodo.

Kericuhan yang dimulai dari dalam stadion itu merembet ke luar. Kerusakan juga terjadi di Tirtoyoso Park yang berada di sebelah utara stadion. Bahkan puluhan motor dirusak.

Aksi lempar batu dua kubu suporter terjadi pada menit ke-90. Saat itu, Persik unggul 2-0 atas PSIM. Sebelum peluit panjang dibunyikan, terlihat Brajamusti mulai melempari Persikmania yang ada di tribun utara dengan batu. Kemudian situasi semakin tidak terkendali. Meski panpel sudah memperingatkan, lemparan batu masih terjadi di sisi utara. Beberapa suporter menjadi korban. Mereka dilarikan ke RS dengan luka bocor di kepala.

Ketegangan tidak berhenti di situ. Setelah suasana di dalam stadion kondusif, suporter justru melanjutkan aksi lempar-lemparan di luar. Tepatnya di depan Taman Rekreasi Tirtoyoso. Sebenarnya, ungkap Widodo, pertandingan berjalan aman hingga menjelang peluit panjang dibunyikan. ”Tidak ada kericuhan. Di lapangan pemain juga tidak ada gesekan,” ujar pria yang akrab disapa Widodo Hunter itu.

Widodo menuturkan, pihaknya tidak mengetahui persis pemicu kericuhan di tribun utara. Namun, yang pasti, aksi saling lempar tersebut berlangsung cepat.

Kejadian tersebut membuat Persik dan PSIM merugi. Widodo mengatakan, Persik bisa dijatuhi sanksi. Kepolisian juga bisa tidak memberikan izin pertandingan kandang di Stadion Brawijaya. ”Kami semua rugi. Manajemen Persik maupun PSIM,” cetusnya.

Di luar kericuhan, Persik dan PSIM sebenarnya menampilkan permainan yang apik sejak awal laga. Kedua tim berani bermain cepat dan terbuka. Pada babak pertama, Macan Putih (julukan Persik) lebih banyak menciptakan peluang. Di babak kedua, permainan Persik semakin trengginas. Puncaknya, pada menit ke-60, Septian Satria Bagaskara berhasil menceploskan gol setelah memanfaatkan kesalahan koordinasi bek dan kiper PSIM. Lima menit berselang, Bagas kembali mencatatkan namanya di papan skor. (jpc/ila)

Nusantara