JAYAPURA – Salah  seorang figur yang tidak terlepas dari capaian Predikat Opini WTP untuk Kabupaten Yalimo, adalah mantan Sekda Yalimo, Dr. Gasper Liauw, M.Si., yang saat ini sudah memangku jabatan baru sebagai dosen di Institut Pemerintahan Dalam Negeri(IPDN) Kampus Kalimantan Barat.

Hal itu juga diakui oleh Bupati Yalimo, Lakius Peyon, S.ST.Par. Sehingga sesaat setelah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap LKPD Kabupaten Yalimo Tahun Anggaran 2018 yang mendapat penilaian opini WTP Rabu (15/5) lalu, langsung mengundang Gasper Liauw untuk jamuan makan malam di sebuah restoran di Jayapura, Papua.

Di sela jamuan makan malam tersebut, Bupati Lakius Peon dengan tegas mengatakan, capaian prestasi laporan keuangan dengan nilai opini WTP tersebut, selain karena ada campur tangan Tuhan, juga merupakan hasil kerja keras semua jajaran di lingkungan Pemkab Yalimo, utamanya mantan Sekda Gasper Liauw.

“Pertama saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas prestasi ini. Kedua saya juga berterima kasih kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Yalimo yang sudah bekerja keras, terutama mantan Sekda Yalimo Pak Gasper Liauw maupun Plt Sekda, para Kepala Badan Keuangan, para bendahara OPD, bendahara pengeluaran maupun barang, serta seluruh pimpinan OPD yang telah ikut ambil bagian atas kinerjanya, sehingga Kabupaten Yalimo bisa meraih opini WTP dari BPK RI,” ungkap Bupati Lakius Peyon kepada Cenderawasih Pos (Jawa Pos Grup) di Restoran Rumah Laut, Kota Jayapura, Rabu (15/5) malam.

Di tempat yang sama, mantan Sekda Yalimo, Dr. Gasper Liauw, M.Si., mengaku bersyukur atas capaian opini WTP terhadap LKPD Kabupaten Yalimo tahu 2018. Menurut Gasper,  dirinya harus  bersyukur, karena bisa melewati tantangan yang luar bisa hingga Kabupaten Yalimo bisa meraih predikat Opini WTP. “Untuk meraih Opini WTP ini tidak mudah, harus melewati kompleksitas permasalahan yang luar biasa banyak,” ujar Gasper Liauw.

Permasalahan yang dihadapi Pemerintahan Kabupaten Yalimo, di antaranya keterbatasan SDM ASN, infrastruktur dasar seperti listrik, air, jalan, dan jaringan komunikasi. “Semoga untuk tahun-tahun kedepan bisa jauh lebih baik,” harapnya. (*nat/jko/gp)

Nusantara