SLEMAN – Genderang kompetisi Liga 1 Indonesia ditabuh. Laga pembuka kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air ini akan menyuguhkan laga jawara Liga 2 musim lalu PSS Sleman kontra Arema FC di Stadion Maguwoharjo malam ini.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro menegaskan, mindset seluruh elemen di PSS harus berubah. Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman sudah sangat lama absen berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Terakhir kali Elang Jawa bermain di kasta tertinggi adalah pada 2007 lalu kala kompetisi masih bernama Divisi Utama. “Kami baru masuk di Liga 1. Kami tak lagi di kasta kedua,” tegasnya, Selasa (14/5).

Seto sadar betul dengan kekuatan yang dimiliki Arema. Kendati demikian pelatih asal Kalasan itu menekankan kepada anak asuhannya untuk berjuang sekuat tenaga demi meraih hasil maksimal di laga pembuka Liga 1 ini. “Para pemain harus tampil fight,” tegas Seto.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara berharap para pemainnya mengambil pelajaran berharga dari laga ujicoba sebelumnya. Dia yakin, pengalaman berlaga di Piala Presiden 2019 pun bisa menumbuhkan keyakinan bagi pemain untuk tampil maksimal di laga melawan Arema FC. ”Untuk pertandingan besok pemain sudah melupakan kekalahan di uji coba dan akan menampilkan hal yang positif,” jelas Seto.

Seto menilai Arema merupakan lawan yang cukup tangguh untuk dihadapi bagi tim yang baru masuk di Liga 1. Meski begitu, laga melawan Singo Edan menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Ya, Bagus Nirwanto dkk memang kudu wani nggetih. Setidaknya itu yang diharapkan oleh para pendukungnya. Ribuan supporter yang memadati Stadion Maguwoharjo pasti mengaharpkan tim pujaannya tampil penuh greget dan memberikan perlawanan maksimal kepada lawan.

Bek PSS Sleman, Purwaka Yudhi menjadi salah satu pemain yang menjadi sorotan dalam laga ini. Bek yang akrab disapa Pur itu sempat lama memperkuat Arema. Meski memiliki kenangan indah dan hubungan yang baik dengan sebagian besar skuat Arema saat ini, Pur mengaku akan tetap tampil profesional. “Saya bisalah kasih gambaran sedikit-sedikit kekuatan Arema,” kata Pur.

Melihat catatan terakhir pertemuan kedua tim di Stadion Maguwoharjo, Singo Edan julukan Arema FC memang pernah menorehkan luka di skuad Super Elang Jawa. Ketika itu, skuad Super Elja yang masih berkutat di kasta kedua Liga Indonesia, harus mengakui keunggulan Arema FC dengan skor telah 1-4 di laga persahabatan 2015 silam.

Kekalahan itu akan ditebus pada kompetisi yang sesungguhnya malam ini. Perombakan besar-besaran dilakukan Laskar Sembada untuk menghadapi kompetisi Liga 1. Kehadiran empat ekspatriat diharapkan memberi kekuatan di skuad Super Elja.

Namun sayang, sejauh ini keempat legiun asing tersebut belum bisa menjadi garansi trengginasnya permainan skuad Laskar Sembada. Dari pemain asing yang dimiliki Brian Perreira yang mencatatkan namanya di papan skor. Sementara striker Yevyen Bokhasvili dalam beberapa kali ujicoba tampak kepayakan menemukan bentuk permainan terbaik.

Arema FC pun mengalami hal serupa. Praktis, hanya gelandang Makan Konate yang penampilannya cukup stabil di laga pra musim dengan torehan empat gol. Arema FC harus mendatangkan raja gol Liga Indonesia 2017, Sylvano Comvalius akibat jebloknya penampilan striker Robert Guimares. Robert bahkan kalah tajam dengan striker lokal seperti Ricky Kayame dan Dedik Setiawan.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija menyebut PSS merupakan tim hebat dengan dukung suporter yang luar biasa. Nah, peran pemain ke-12 inilah yang harus diantisipasi karena bisa memberikan teror mental tersendiri bagi anak asuhnya. ”Atmosfer stadion selalu luar biasa mampu memotivasi pemain. Ini berimbas pada permainan mereka dan akan menyulitkan tim kami,” katanya. (bhn/cr12/din/er)

Nusantara