JAKARTA – Hari ke delapan, tim SAR kembali berhasil mengevaluasi 26 kantong jenazah ke Posko Terpadu di JITC 2 Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan hasil tersebut, update total hasil pencarian Senin (5/11) pukul 20.00 sebanyak 164 kantong jenazah. Setelah diberi label oleh tim DVI, seluruh jenazah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.

“Di lapangan, kami masih bersemangat, bersinergi, dengan seluruh stakeholder yang terlibat dalam operasi SAR untuk menemukan saudara-saudara kita yang menjadi korban,” kata Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi melalui Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabasarnas selaku SAR Coordinator (SC) menegaskan bahwa operasi SAR diperpanjang selama tiga hari. Perpanjangan tersebut setelah dilaksanakan evaluasi menyeluruh dan koordinasi dengan seluruh stakeholder serta melihat langsung situasi dan kondisi di lapangan.

Pelaksanaan operasi pencarian masih pada prioritas 1 untuk pencarian bawah laut yang terbagi dalam 2 sektor, yakni 1A dan 1B. Pada sektor 1A terdapat Kapal Baruna Jaya yang dilengkapi dengan peralatan Multi Beem Exho Sounder (MBES), Ping Locator, dan Remotly Operated Underwater Vehicle (ROV).

Sementara sektor 1B, mengerahkan Kapal Dunamos Pertamina yang dilengkapi dengan peralatan Side Scan Sonar, MBES, Ping Locator, dan Differential Global Positioning System (DGPS).

Di 2 sektor ini, pencarian dilakukan pada radius 250 meter dengan mengerahkan 151 penyelam gabungan dari Basarnas, Kopaska, Denjaka, Taifib, Brimob POSSI Semarang, Indonesia Diver Rescue Team, dan lainnya. Spot atau titik-titik penyelaman sebelumnya sudah pasti dan terlihat dari citra atau gambar ROV. Selanjutnya, Basarnas membagi tim penyelam secara rinci dan detail mengingat operasi bawah air ini cukup beresiko.

Sedangkan Prioritas 2, pencarian dilaksanakan di permukaan dengan melibatkan puluhan kapal, masing-masing dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, KPLP, KSOP, Bea Cukai, Bakamla, BPPT, KKP, Pertamina ditambah dari Potensi SAR lainnya, termasuk nelayan. Tidak hanya itu, tim yang berada di Posko Aju Tanjung Pakis juga melakukan penyapuan dan penyisiran di sepanjang perairan tersebut.

Sementara itu, rilis dari Lion Air menginformasikan perkembangan terbaru sehubungan penanganan Lion Air nomor penerbangan JT610 memberikan konfirmasi hasil identifikasi 13 jenazah. Tiga belas korban yaitu Rudolf Petrous Sayers, Eka Suganda, Fifi Hajanto, Hendra, Dede Anggraini. Kemudian Vera Junita, Restia Amelia, Eryanto, Reni Ariyanti, Muhammad Ravi Andrian, Niar Ruri Sunarniat Soegiyono, Sudibyo Onggowardoyo, dan Mito.

Konfirmasi tersebut disampaikan setelah adanya kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI POLRI.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Lion Air secara resmi menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga melalui upacara yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto (RS POLRI). Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Director of Airport Service Lion Air Group Capt. Wisnu Wijayanto.

Total identifikasi hingga sekarang yaitu 27 orang. pada Minggu (4/11) Dodi Junaidi, Muhammad Nasir , Janry Efriyanto Sianturi , Karmin, Harwinoko, Verian Utama, Rohmanir Pandi Sagala. Sabtu (3/11) atas nama Fauzan Azima, Wahyu Susilo, dan Endang Sri Bagus Nita. Pada Jumat (2/11) Chandra Kirana, Monni, dan Hizkia Jorry Saroinsong serta pada RAbu (31/10) Jannatun Shintya Dewi.

”Atas nama Lion Air, mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan. Upaya pencarian seluruh penumpang, kru dan pesawat JT610 yang mengalami kecelakaan pada masih dilakukan,” ujarnya. (ila)

Nusantara