RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Warga Glendongan, Caturtunggal, Depok, Sleman digegerkan dengan penemuan sesosok orok laki-laki di dalam tas kresek di sebuah tong sampah yang berjarak sekitar 15 meter dari salah satu rumah kos di RT 13/RW 04 kemarin (9/8).

Dari penyelidikan polisi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), aparat menduga pelaku tinggal tak jauh dari lokasi penemuan mayat bayi.

Dari penelusuran polisi, pembuang orok tersebut diduga seorang mahasiswi berinisial LU,21, yang diketahui tinggal di rumah kos nomor 9 tersebut.

Awalnya polisi melakukan olah TKP di tong sampah tempat ditemukannya orok oleh pemulung.

“Ternyata orok itu sebelumnya dipungut pemulung lain dari tong sampah di depan rumah kos tersebut. Lalu dibuang lagi ke tong yang berbeda,” ungkap Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto.

Saat olah TKP sekitar pukul 08.00 hanya ada seorang penghuni kamar kos tersebut. Dialah terduga pelaku. Sementara penghuni lain sedang kuliah. Bahkan, saat polisi melakukan olah TKP, mahasiswi asal Mesuji, Lampung itu sempat menyaksikannya.

Namun, saat polisi memeriksa tong sampah di depan rumah kos tersebut, LU segera masuk kamarnya. Polisi yang menaruh curiga pun menugaskan dokter yang kebetulan ikut olah TKP untuk memeriksa LU. “Dari pemeriksaan LU mengaku membuang bayi itu,” katanya. LU berstatus mahasiswi semester enam di salah satu perguruan tinggi keperawatan di Sleman.

Menurut keterangan saksi seorang teman LU, lanjut Hariyanto, kondisi fisik pelaku saat hamil tak kentara karena selalu mengenakan seragam longgar.

Di kamar kos itu pula penyidik menemukan bukti-bukti LU telah menjalani persalinan. Di antaranya, kain keset berbau amis darah. Saat menjalani pemeriksaan pun, LU dalam kondisi lemas. Karena itu polisi belum memeriksanya lebih lanjut. Meskipun demikian, Kapolsek menyebut, bukan tidak mungkin status LU bisa dinaikkan sebagai tersangka setelah proses penyelidikan tuntas.

Orok tersebut selanjutnya dibawa ke RSUP Dr Sardjito untuk diautopsi. Sementara LU diperiksa kesehatannya di RS Bhayangkara. “Kami belum tahu apakah bayi itu masih bernyawa atau tidak. Tunggu dua atau tiga hari setelah pemeriksaan,” katanya.

Srinatun, ibu kos LU, mengaku kaget dengan terungkapnya peristiwa menghebohkan itu. “Lha tadi dia (LU) malah ikut lihat di sana (TKP kedua),” katanya. Srinatun sebenarnya menaruh curiga pada LU atas perubahan bentuk tubuhnya yang membuncit di bagian perut dan dada selama beberapa bulan terakhir.

Tapi, Srinatun sungkan bertanya pada LU yang telah dua tahun menjadi penghuni rumah kos miliknya. “Sepertinya dia (LU) punya pacar. Tapi saya tidak tahu orangnya dan siapa yang bertanggung jawab atas bayi itu,” ungkap Srinatun.(dwi/bhn/yog/ong)

Nusantara