KULONPROGO – Intensitas hujan yang tinggi di Kulonprogo memaksa warga di daerah rawan bencana ekstra waspada. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo sejak Januari-Februari 2017 sedikitnya sudah terjadi 95 bencana alam.

Dari 95 bencana alam tersebut meliputi bencana longsor, banjir, dan pohon tumbang. Lokasi kejadian paling banyak di Kulonprogo bagian utara, antara lain Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang, selebihnya ada di kawasan selatan seperti Pengasih.

“Sebanyak 57 rumah rusak ringan hingga sedang dengan kerugian Rp160 juta. Kerusakan diperbaiki secara mandiri oleh masyarakat,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo Suhardiyana kemarin.

BPBD baru dibutuhkan untuk membantu logistik saat penanganan bencana, seperti penyediaan bahan makanan, terpal, asbes, dan seng. laporan bencana yang masuk di awal Feburari mencapai 18 kasus, sisanya terjadi di bulan Januari 2017.

“Sampai sekarang belum ada yang rusak berat, atau mengakibatkan korban jiwa, kendati demikian warga diimbau tetap waspada, karena intensitas hujan masih tinggi,” kata Suhardiyana. (tom/iwa/mg2)

Nusantara