RADARJOGJA.CO.ID – Target tinggi membayangi kiprah PSS Sleman di Liga 2, atau Divisi Utama musim ini. Kalangan suporter dan manajemen memberikan beban musim ini tim yang berjuluk Super Elang Jawa (Super Elja) tersebut wajib promosi ke kasta tertinggi.

Saat turun di Piala Presiden 2017 pun, tim kebanggaan BCS dan Slemania ini memaksimalkan skuad proyeksi di kompetisi. Manajemen dan tim pelatih enggan untuk mengikuti juara Indonesian Soccer Championship (ISC) B musim lalu PSCS Cilacap yang menyewa jasa pemain asing.

Pelatih PSS Sleman Freddy Muli menegaskan, kekompakkan dan soliditas permainan akan menjadi pondasi permainan Busari Cs. Makanya, pilihan menggunakan pemain asing di Piala Presiden yang telah diperbolehkan PSSI, enggan mereka ambil.

“Belum bisa bicara skema, kami perlu kompak dan main kolektivitas dulu,” jelasnya.

Pelatih yang sukses membawa Persebaya Surabaya dan PSMS Medan ini mengungkapkan, untuk membangun tim tidaklah mudah. Butuh kesabaran untuk menempa skuadnya. Inilah yang akan ia lakukan dengan tidak menggunakan legiun asing. “Kami memaksimalkan materi yang ada. Karena untuk membentuk tim ini harus sabar,” ujarnya.

Bertemu dengan Persipura Jayapura, juara ISC A musim lalu, pun tak akan menurunkan mental Laskar Sembada. Dengan mengandalkan kolektivitas permainan, Freddy yakin, timnya tetap bisa memberikan perlawanan terhadap mutiara hitam. “Kalau ditanya target, kami ingin pemain bisa memaksimalkan soliditas dan kekompakan bermain. Tidak individu tapi bisa kolektivitas dalam bermain,” ujar pelatih asal Sidoarjo itu.

Kolektivitas permainan sebenarnya sudah mulai terlihat dalam latihan PSS Sleman, Selasa (30/1) lalu di Maguwoharjo International Stadium (MIS). Bangunan serangan dimulai sejak lini tengah hingga depan mulut gawang. Juga, aktivitas kedua wing dalam mengirim umpan matang di kotak penalti.(riz/eri)

Nusantara