BATAM – Satreskrim Polresta Barelang menemukan fakta baru dalam kasus pembunuhan supervisor bidang penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM PT Pertamina Trans Kontinetal Kabil, Batam, Edi Juanda di Hotel Baloi Garden, Minggu (3/5) lalu.
Dalam pemeriksaan lanjutan, Jumat (8/5), tersangka Yusfrizaldi alias Rizal, 23 dan Irma Rahma, 20, sepasangan kekasih ini sempat memaksa korban untuk menyerahkan uang sebesar Rp50 juta. Fakta ini menunjukan bahwa dua pelaku memang berniat merampok korban.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yoga Buanadipta Ilafi mengatakan, hasil penyelidikan sementara, mulanya Edi menawarkan uang Rp300 ribu kepada Irma untuk menginap hotel. Namun sampai di hotel Irma malah berubah, dia memaksa korban harus membayarnya sebesar Rp 50 juta.
“Korban sudah kasih Rp 300 tapi diminta Rp 50 juta, korban kaget dan menambah Rp100 ribu, tapi Irma tetap tak mau,” kata Yoga.
Saat sedang berdebat dengan angka uang yang diminta Irma, saat itulah, Rizal masuk. Sebelum Rizal masuk, Edi terlebih dahulu sembunyi di kamar mandi bersama barang-barangnya yang dibungkus dalam kantong kresek.
“Saat masuk Rizal langsung tanya mana harta dan uangnya?” kata Yoga menirukan ucapan Rizal.
Karena korban membawa barang-barang dan dompetnya ke kamar Mandi, Rizal langsung mencari ke kamar mandi dan membunuh korban.
“Niat kedua pelaku ini memang mau memeras dan merampok korban,” kata Yoga.
Irma sendiri mengaku bukan sebagai PSK, malam itu dia memang sengaja berakting sebagai PSK untuk mendapatkan korban. “Mereka sudah merencanakan, dengan modus itulah mereka ingin memeras orang,” kata Yoga.
Modus tersebut, kata Yoga memang sudah pernah dilakukan oleh Irma dan Rizal sebelumnya, namun saat itu korbannya lolos dari jebakan.
Dalam menjalankan aksi kejahatan bermodus PSK ini, kedua pelaku sudah merencanakan segala sesuatu dengan baik, termasuk memilih hotel tempat menginap.
“Hotel pun diarahkan pelaku Irma. Mulanya korban bawa ke dua hotel lain di Nagoya, tapi tak jadi dan diarahkan ke Hotel Baloi Garden,” kata Yoga.
Pelaku memilih Hotel Baloi Garden diduga karena para pelaku tahu bahwa lokasi hotel itu aman dari pantauan petugas jika mereka melakukan kejahatan. Karena hotel tersebut memiliki garasi dengan pintu roling door.
“Itu yang kami dalami lagi,” tutur Yoga.
Kedua pelaku ini diancam pasal diancam pasal 340 junto 338 junto pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Edi Juanda pejabat pertamina yang menjabat sebagai supervisor bidang penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM PT Pertamina Trans Kontinetal Kabil, ditemukan tewas di pinggir jalan kampung rempang cate Galang, Minggu (3/5).
Setelah empat hari melakukan penyelidikan polisi akhirnya menangkap Yusfrizaldi alias Rizal, 23 dan Irma Rahma, 20 pasangan kekasih pelaku pembunuhan Edi. Edi dibunuh dengan motif perampokan. (eja/ray/jpnn)

Nusantara