SEMENTARA ITU di kubu Persigubun, Pelatih Mial Armand mengakui bahwa peratungan melawan PSS malam ini, merupakan misi yang sulit bagi skuadnya. Pasalnya, bagi Persigubin, PSS merupakan klub yang sulit ditaklukkan di kandang, Maguwoharjo International Stadium (MIS). Menurut pelatih asal Kamerun ini, kesu-litan yang akan dihadapi anak asuhnya, sedikit banyak disebabkan dukungan penuh yang selalu diberikan public Sleman pada PSS. Bahkan Armand mengakui kalau su-porter PSS memang merupakan salah satu yang terbaik dan “tergila” di dunia. “Selain banyak, suporter mereka juga selalu menyanyi dalam sepanjang pertan-dingan. Ini jelas akan memacu semangat juang para pemain PSS. Saya berharap pemain Persigubin tak terpengaruh dengan atmosfer yang ada di Sleman,” ujar sosok yang saat berstatus pemain pernah mem-bela Perseka Kaimana ini. Menurut Armand, memang komunitas Papua yang ada di Jogja pasti juga akan mem-berikan dukungan langsung ke MIS. Apala-gi, cukup banyak mahasiswa Papua yang berasal dari Kabupaten Pegunungan Bintang. Tapi dengan jumlah yang hanya ratusan, suara mereka pasti tenggelam di antara puluhan ribu suporter PSS. “Pasti bahwa kami juga akan mendapat dukungan, apa-lagi orang Gunung Bintang banyak yang tinggal di Jogja. Tapi jumlah mereka tentu akan sangat kecil jika dibandingkan para pendukung PSS,” sergahnya. Namun, untungnya Persigubin berang-kat ke Sleman dengan kekuatan penuh. Memang ada dua pemain Persigubin yang berhalangan. Tapi kedua pemain tersebut hanya berstatus pemain pelapis. “Dua pemain kami ini cadangan. Satu kena cedera lutut dan yang satu kena mun-taber. Absennya kedua pemain ini tak terlalu berpengaruh pada tim,” paparnya. Armand juga merasa perlu mewaspa-dai kinerja wasit pada pertandingan malam ini. Sudah bukan rahasia lagi kalau wasit di Indonesia seringkali lebih menguntungkan tim tuan rumah. “Bu-kannya berfikir negative, tapi di Indo-nesia sering sekali ada kejadian tim tuan rumah dianakemaskan wasit. Karena itu hal tersebut harus diwaspadai,” jelasnya. (nes/jko/ga)

Nusantara