JOGJA – Lembaga survei Jogjakarta Institute merilis real count hasil Pilpres 9 Juli 2014 lalu untuk wilayah DIJ. Dari hasil penghitungan mereka, pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK memperoleh 1.120.680 suara atau 50,84 persen. Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 1.083.719 suara atau 49,16 persen.
Real count itu mengacu pada penghitungan suara C1 yang ada di masing-masing TPS di DIJ. Dari penghitungan tersebut, diperoleh suara untuk pasangan Jokowi-JK unggul 36.961 atau 1,67 % jika dibandingkan dengan suara yang diperoleh pasangan Prabowo-Hatta. “Data real count terakhir yang kami himpun, masuk tanggal 13 Juli 2014,” kata Direktur Jogjakarta Institute, Basyar Dikuraisyin kepada wartawan, kemarin (14/7).
Dari hasil real count yang menghasilkan kemenangan untuk Jokowi-JK itu, lembaga survei tersebut belum mencantumkan perolehan pemungutan suara di TPS Bantul. Di sana, ada TPS yang dilakukan pemilihan ulang karena adanya temuan Panwaslu mengenai KTP warga luar Bantul.Meskipun belum masuk dalam real count, keterwakilan dari seluruh TPS di DIJ sesuai data yang valid di lapangan. Karena itu lembaga survei ini sudah punya data yang cukup untuk menyimpulkan siapa yang memperoleh jumlah suara terbanyak di DIJ. “Relawan kami yang tersebar di seluruh DIJ meyakinkan masyarakat jika data yang dihimpun sudah kuat,” tambahnya.
Data Jogjakarta Institute juga menyebutkan, suara sah sebanyak 2.204.399 dari 2.755.440 DPT, atau sebanyak 8.197 TPS dari 8.362 TPS. Validitas data real count mengacu pada C1 yang dikumpulkan oleh seluruh relawan yang tersebar di Kabupaten/Kota di DIJ. “Kami tegaskan, lembaga survei kami tidak didanai siapapun. Adapun dana masuk, itu sukarela. Kami juga tidak pro kepada salah satu calon,” tegasnya. (fid/din)

Nusantara