SLEMAN – Tim Pemenangan Jokowi-JK bersama partai pendukung Jokowi-JK serta sejumlah relawan di DIJ mengadakan konsolidasi menjelang 9 Juli 2014. Persiapan itu dilakukan di Kantor DPD PDIP DIJ Jalan Tentara Rakyat Mataram Jogja. Pada kesempatan tersebut juga dihadiri Ketua DPW Nasdem DIJ Subardi, Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu dan beberapa perwakilan partai pendukung dan relawan Jokowi-JK. Koalisi dan relawan Jokowi-JK ini menegaskan agar penyelenggaran pemilu bisa bertindak dan melaksanakan tugas dengan profesional.
Mereka juga menyatakan kesiapannya melakukan penghitungan suara secara manual sesuai dengan formulir C1 yang dimiliki oleh saksi-saksi yang dimiliki tim pemenangan Jokowi-JK di seluruh TPS di DIJ. “Kami berkomitmen menciptakan demokrasi yang mendidik dengan melibatkan elemen yang tergabung dalam pemenangan Jokowi-JK,” kata perwakilan tim pemenangan Jokowi-JK Bambang Praswanto.
Untuk mematangkan kemenangan Jokowi-JK, tim pemenangan menegaskan jika pada H-5 akan melakukan koordinasi dan melakukan pengamanan sampai tingkat kecamatan, desa, sampai kelurahan untuk menangkal dan menghadapi pelaku money politics, kampanye hitam, serta isu-isu negatif. “Tim pemenangan akan mengerahkan seluruh jajaran lima partai pendukung, relawan, legislatif serta satgas partai dan ormas pendukung,” kata Bambang.
Subardi menegaskan, tim pemenangan Jokowi-JK beserta elemen yang tergabung ingin mendukung proses demokrasi dengan baik dan memberikan edukasi positif kepada masyarakat. “Pada prinsipnya kami siap mengkritisi setiap penyalahgunaan tahapan-tahapan pemilu. Ini sebagai upaya bersama mengawal demokrasi yang bersih dan jujur,” kata Subardi. Terkait insiden yang terjadi di Bundaran UGM beberapa waktu lalu, tim pemenangan Jokowi-JK DIJ telah melayangkan nota keberatan ke Bawaslu DIJ. Pihaknya berharap agar Bawaslu bisa menindaklanjuti kejadian tersebut.
Menegaskan, insiden keributan antar pendukung pasangan Capres-Cawapres itu terjadi pada Senin (30/6). Jika mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan KPU DIJ, saat itu tim pemenangan Jokowi-JK lah yang menggelar kampanye dengan konsep bedah visi misi pendidikan nasional Jokowi-JK di Wisma Kagama. “Massa yang saat itu berada di Kagama, merasa terprovokasi dengan aktivitas beberapa mahasiswa di Bundaran UGM,” kata Bambang, kemarin (2/7).
Sekretaris DPD PDIP DIJ itu menuturkan, memang secara pelaksanaan kegiatan berlangsung di kompleks UGM. Namun, untuk Kagama secara struktural tidak ada kaitannya dengan kampus. Sehingga pihaknya mengklaim sah-sah saja ketika menggelar kegiatan tersebut. “Aturannya jelas, dilarang kampanye di lingkungan pendidikan. Wisma Kagama itu bukan bagian dari struktur kampus, tetapi dikelola oleh alumni UGM,” tegasnya.(fid/din)

Nusantara