SLEMAN – Masa kampanye pelaksanaan Pilpres tinggal hitungan hari. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman pun mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satunya kepada ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cebongan, Mlati, Sleman, kemarin (1/7). Sosialisasi digelar di lapangan blok. Dalam kesempatan ini dijelaskan mekanisme pencoblosan untuk Pilpres 9 Juli mendatang. “Kami memberikan edukasi bagaimana cara mencoblos, dengan disertakan contoh surat suara,” kata Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi. Shidqi menegaskan, pelaksanaan pemungutan suara pada Pilpres nanti lebih mudah jika dibandingkan pada Pileg lalu. Sebab, selain calonnya hanya dua pasang, kertas suarapun lebih kecil. “Pilihannya juga hanya dua, jadi cukup jelas,” jelas Shidqi.
Mengenai tingkat partisipasi pemilu di Lapas Cebongan, Shidqi menerangkan jika mengacu pada Pileg 9 April 2014 lalu, persentase pemilih warga binaan di lapas tersebut mencapai 92 persen. Secara keseluruhan di Kabupaten Sleman, warga binaan menyumbang persentase pemilih mencapai 81,4 persen.”Pada prinsipnya dengan sosialisasi ini, warga binaan bisa menentukan pilihannya pada Pilpres nanti,” ujarnya. Untuk pemungutan suara, Lapas Klas IIB Cebongan, Mlati, Sleman telah mempersiapkan aula untuk menampung empat bilik suara. Sedangkan jumlah warga binaan sejauh ini yang tercata sebanyak 296 pemilih. Jumlah itu sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sementara 10 pemilih berasal dari petugas Lapas. “Namun dari jumlah itu hingga kemarin tercatat masih 292 pemilih, karena ada warga binaan sudah bebas. Tetapi lapas masih ada tambahan sebanyak 39 tahanan baru,” kata Kalapas Cebongan, Supriyanto. (fid/din)

Nusantara