JOGJA-Jelang pemilihan presiden (pilpres) warga organisasi Muhammadiyah terbelah. Mereka ada yang mendukung capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Di kubu lain mendukung Jokowi-JK. Perpecahan ini terlihat saat deklarasi Relawan Matahari Indonesia (RMI). Mereka adalah relawan pendukung Jokowi-JK. “Suara grassroot Muhammadiyah banyak ke Jokowi-JK,” kata Izzul Muslimin, Koordinator RMI Pusat, saat deklarasi RMI DIJ di Kantor DPD PDI Perjuangan DIJ, kemarin (24/6).
Izzul mengaku, dari sekitar 32 juta warga Muhammadiyah, ada sekitar 60 persen yang akan menyalurkan hak pilihnya mendukung Jokowi-JK. “Ketokohan Jokowi-JK inspirasinya sama dengan, orang yang berangkat dari bawah, egaliter. Ini dorongan kami mendukung Jokowi-JK,” terang cucu keluarga pendiri Muhammadiyah ini. Ia menegaskan, prinsip Jokowi-JK sama seperti spirit dari pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. Yaitu membantu semua umat tanpa melihat latar belakangnya. “Ini yang membuat kami yakin untuk mendukung Jokowi-JK di Pilpres 2014 ini,” katanya.
Koordinator RMI DIJ Budi Asyhari menambahkan, pihaknya siap memenangkan Jokowi-JK di DIJ. Kini, pihaknya sedang menyempurnakan struktur RMI sampai tingkat kelurahan atau desa. “Kepengurusannya kami buat sampai tingkat bawah. Ini untuk bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat di tingkat bawah,” lanjutnya.
Sebelumnya, jaringan elemen Muhammadiyah tergabung dalam Surya Madani Indonesia (SMI) mendeklarasikan diri mendukung pemenangan Prabowo Subiyanto-Hatta Rajasa Senin (16/6). Mereka memproyeksikan 80 persen warga Muhammadiyah di Indonesia akan mendukung pasangan bernomor urut 1 tersebut. “Taruhlah warga Muhammadiyah di Indonesia ada 30 Juta. Kalau 80% sendiri berarti sudah 24 juta warga Muhammadiyah,” ujar Ketua SMI Safruddin Anhar, di sela acara deklarasi.
Proyeksi sumbangan suara warga Muhammadiyah mendukung Prabowo-Hatta itu dipandangnya solid. Mengingat SMI memiliki akar-akar jaringan aktivis Muhammadiyah mulai tingkat pusat sampai desa. Elemen di dalamnya seperti kader dan mantan pengurus Muhammadiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), aktivis Aisiyah serta fungsionaris Muhammadiyah baik yang duduk di strukturMuhammadiyah maupun di amal usaha Muhammadiyah. “Kami akan maksimalkan potensi sumber daya manusia yang ada,” ujar Safruddin yang kini duduk sebagai ketua Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah. (eri/din)

Nusantara