JOGJA – Kian mendekati coblosan pemilihan presiden (pilpres), berbagai partai politik (parpol) mulai memanaskan mesin partainya. Tak terkecuali, PKS, salah satu pengusung pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Hatta Rajasa. Partai berlambang bulan sabit dan padi tersebut telah menyiapkan 100 ribu kader. Mereka bertugas untuk menyampaikan satu juta rumah milik warga. “Kami sudah terbiasa berkampanye door to door,” jelas Ketua DPW PKS DIJ Sukamta, kemarin (20/6).
Ia mengungkapkan, kampanye dengan model dari rumah ke rumah, telah menjadi ciri dan keunggulan PKS. Hal ini, sudah terbukti pada Pilpres 2009 silam dengan memenangkan Susilo Bambang Yudoyono. “Satu juta rumah ini, berarti seluruh rumah di DIJ akan kami ketok pintunya untuk menyampaikan visi dan misi Prabowo-Hatta,” jelasnya. Ia menambahkan, dengan langsung terjun ke masyarakat ini, ada harapan dukungan terhadap capres dan cawapres nomor urut 1 tersebut bertambah. Apalagi, saat ini tren di beberapa survey, Prabowo dan Hatta terus mengalami kenaikan.
“Kami yakin, tidak akan terjadi gesekan. Kader PKS sudah paham, ketika apa yang mereka sampaikan itu tidak melulu mendapatkan penerimaan yang positif,” tambah Zuhrif Hudaya,Sekretaris Umum DPW PKS DIJ. Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja ini mengatakan, agar rencana itu berjalan lancer, Minggu (22/6) besok, pihaknya akan menggelar apel siaga PKS DIJ. Apel ini dilakukan agar 100 persen kader PKS bisa mengamankan aspirasi bersama.
Selain itu, PKS juga menyiapkan tim saksi untuk pengamanan suara pascacoblosan. Saksi ini, sesuai dengan kesepakatan Koalisi Merah Putih, memang menjadi tugas dari PKS secara nasional. “Kami akan mengamankan suara di 8.349 TPS, 438 PPS, 78PPK, dan 6saksi di KPU kabupaten dan kota, serta provinsi,” lanjutnya. Demi menuai simpati dan dukungan dari masyarakat ini, Zuhrif mengaku telah mewanti-wanti seluruh kader bisa berkampanye dengan santun. PKS DIJ tak ingin kampanye pilpres yang masuk di bulan Ramadan malah menjadi ajang blackc campign. “Kami harapkan seluruh kader melakukan kampanye dengan santun dan mendidik. Bukan malah meneror warga,” ujarnya. (eri/din)

Nusantara