Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Trump Mulai Godok Rancangan Damai dengan Iran Setelah 3 Pekan Perang Sengit

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 22 Maret 2026 | 15:38 WIB

Presiden Donald Trump.
Presiden Donald Trump.

WASHINGTON, 22 Maret 2026 – Pemerintahan Donald Trump mulai melakukan diskusi awal mengenai kemungkinan pembicaraan damai dengan Iran, setelah tiga minggu konflik bersenjata yang dimulai sejak Operation Epic Fury pada awal Maret 2026.

Langkah ini diungkap Axios berdasarkan dua sumber yang mengetahui pembahasan internal tersebut.

Menurut laporan Axios, diskusi ini melibatkan utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.

Tujuan utama Washington tetap tegas: menghentikan program nuklir Iran, membatasi rudal balistik, serta menghentikan dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan Timur Tengah.

Syarat Keras AS untuk Kesepakatan Damai Beberapa tuntutan utama yang sedang digodok pihak AS meliputi:

Nol pengayaan uranium (zero uranium enrichment)

Penangguhan program rudal balistik selama minimal 5 tahun

Pembongkaran fasilitas nuklir tertentu

Penghentian total dukungan kepada kelompok proksi regional

Sementara itu, Iran dikabarkan menuntut hal yang sangat berbeda: gencatan senjata segera, jaminan keamanan bahwa perang tidak akan dilanjutkan, serta kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan.

Reaksi Publik dan Pasar Keuangan Pengumuman ini langsung memicu beragam reaksi di platform X (Twitter).

Sejumlah pengguna skeptis, menyebut langkah ini lebih sebagai upaya menenangkan pasar keuangan menjelang pembukaan pekan baru daripada niat damai sungguhan.

Beberapa netizen bahkan menyebutnya “market manipulation” karena muncul tepat setelah Iran meluncurkan rudal jarak jauh 4.000 km.

Ada pula yang menyoroti rekam jejak utusan AS sebelumnya, termasuk tudingan bahwa Witkoff dan Kushner pernah salah merepresentasikan tawaran Iran dalam perundingan Geneva sebelum perang pecah.

Konflik Masih Berlanjut

Meski pembicaraan damai mulai digodok, pertempuran diperkirakan masih berlangsung 2–3 minggu ke depan.

Pejabat senior AS menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz yang vital bagi lalu lintas minyak dunia.

Hingga berita ini diturunkan, baik Gedung Putih maupun Teheran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal atau lokasi perundingan potensial. (iwa) 

Sumber: Axios, berbagai unggahan di platform X

Editor : Iwa Ikhwanudin
#perundingan damai #konflik Iran Amerika Serikat #gencatan senjata #Iran Israel Amerika #perang iran #konflik Iran Israel