ARAD, ISRAEL – Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah selatan Israel pada Sabtu malam (21 Maret 2026).
Serangan ini menargetkan kota Arad dan Dimona, yang berada dekat dengan pusat penelitian nuklir utama Israel, Shimon Peres Negev Nuclear Research Center.
Menurut laporan dari akun X resmi @IranMilitaryEN (Iran Military News), serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang balasan atas dugaan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di Natanz.
Dalam unggahan video yang viral, akun tersebut menulis:
"Tonight, the Israelis experienced what the people of Gaza feel. From now on, they will understand this feeling even more. #Arad".
Video menunjukkan ledakan dan dampak rudal di wilayah tersebut, disertai narasi yang menyamakan pengalaman warga Israel dengan penderitaan rakyat Gaza.
Layanan darurat Israel, Magen David Adom, melaporkan lebih dari 100 orang terluka akibat serangan ini.
Di Arad, setidaknya 84 orang mengalami luka-luka, termasuk 10 orang dalam kondisi serius dan 14 lainnya sedang.
Sementara di Dimona, sekitar 27-33 orang terluka, termasuk seorang remaja yang terkena serpihan rudal parah.
Beberapa gedung apartemen di Arad mengalami kerusakan berat, dengan tiga di antaranya berisiko runtuh.
Pemerintah setempat langsung menyatakan keadaan darurat di Arad.
Sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome, gagal mengintersep setidaknya dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran, sehingga menyebabkan dampak langsung di area pemukiman sipil.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi perang AS-Israel melawan Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026, setelah kegagalan negosiasi dan serangan awal terhadap fasilitas Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut malam tersebut sebagai “malam yang sangat sulit” dalam perjuangan mempertahankan keamanan negara.
Sementara itu, respons di media sosial terhadap unggahan Iran menunjukkan dukungan kuat dari sebagian pengguna pro-Palestina, dengan komentar seperti “Keep pressing forward” dan “Teach them a lesson they will never forget”.
Konflik ini semakin memperlebar dampak regional, termasuk ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan peringatan keras dari Presiden AS Donald Trump terhadap fasilitas energi Iran. (iwa)
(Sumber: Unggahan @IranMilitaryEN di X, laporan Magen David Adom, The Guardian, Times of Israel, Al Jazeera, dan media internasional lainnya – 22 Maret 2026)
Editor : Iwa Ikhwanudin