IRAN - Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, menjadi sasaran serangan udara Amerika Serikat.
Lebih dari 15 ledakan terdengar, asap mengepul tebal, namun Iran tegaskan fasilitas minyak aman.
Presiden Trump sebut target militer "dihancurkan total", sementara Teheran balas ancam infrastruktur energi AS di kawasan.
Ketegangan Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Pulau Kharg, pulau kecil di Teluk Persia yang menjadi jantung ekspor minyak Iran.
Menurut pernyataan resmi pertama dari Iran melalui kantor berita Fars News Agency yang dikutip akun X @IRAN_HD24, serangan terjadi sekitar satu jam sebelum pengumuman, dengan lebih dari 15 ledakan terdengar di seluruh pulau.
Asap tebal terlihat mengepul dari lokasi, terutama di sekitar pangkalan angkatan laut Joushan, menara kontrol bandara, dan hanggar helikopter di landas kontinen.
"Iran menegaskan tidak ada satu pun infrastruktur minyak yang rusak akibat serangan tersebut," tulis pernyataan resmi itu.
Teheran sebelumnya sudah memberi peringatan keras: jika fasilitas energi diserang, seluruh instalasi minyak dan gas milik AS serta sekutunya di kawasan akan hancur, yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Presiden AS Donald Trump langsung mengklaim kemenangan di media sosial.
Ia menyebut serangan itu sebagai salah satu "pemboman paling kuat dalam sejarah Timur Tengah" dan menyatakan semua target militer di Pulau Kharg telah dihancurkan total.
Namun Trump menegaskan, fasilitas minyak sengaja tidak disentuh "demi alasan kemanusiaan", meski ia mengancam akan menyerang instalasi minyak jika Iran terus mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Pulau Kharg sendiri merupakan "mahkota permata" Iran dalam industri minyak.
Sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui terminal di pulau ini.
Gangguan di sini berpotensi membuat harga minyak dunia melonjak tajam, bahkan melewati $150–200 per barel seperti prediksi beberapa analis.
Iran membantah klaim Trump soal kehancuran total.
Menurut sumber di lapangan, pertahanan pulau kembali aktif hanya satu jam setelah serangan.
Teheran juga menegaskan serangan balasan berupa gelombang rudal dan drone ke-48 masih berlangsung, menunjukkan kapasitas militernya belum lumpuh.
Indonesia sebagai importir minyak bersih besar berpotensi terdampak langsung.
Lonjakan harga minyak dunia bisa menekan subsidi BBM, menaikkan inflasi, dan membebani daya beli masyarakat.
Pemerintah diminta waspada terhadap gejolak harga energi global akibat eskalasi perang AS-Iran yang kini memasuki pekan kedua dengan ribuan serangan di berbagai wilayah.
Situasi ini masih berkembang cepat. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin