Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Serangan Siber Iran ke Perusahaan AS, Dampak Konflik yang Meluas ke Dunia Digital

Magang Radar Jogja • Jumat, 13 Maret 2026 | 16:29 WIB

Ilustrasi serangan Siber.
Ilustrasi serangan Siber.

RADAR JOGJA - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin meluas hingga ke ranah digital setelah sebuah kelompok peretas yang dikaitkan dengan Iran mengklaim melakukan serangan siber terhadap perusahaan teknologi medis asal Amerika, Stryker Corporation.

Serangan ini disebut sebagai bentuk balasan atas serangan yang sebelumnya terjadi di kota Minab, Iran.

Dilaporkan oleh The New York Times, perusahaan yang berbasis di Michigan tersebut mengakui bahwa sistem internal mereka mengalami gangguan global akibat serangan siber.

Dalam pernyataannya, pihak perusahaan menyebut bahwa jaringan mereka mengalami gangguan besar.

Mereka menyatakan bahwa “jaringan global perusahaan mengalami gangguan pada sistem berbasis Microsoft akibat serangan siber”.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti adanya malware atau ransomware dalam sistem mereka.

Meski begitu, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan dampak penuh dari serangan tersebut terhadap operasional perusahaan.

Serangan ini diklaim dilakukan oleh kelompok peretas bernama Handala yang disebut memiliki kaitan dengan Iran.

Dalam pernyataan yang beredar di media sosial, kelompok tersebut menyebut bahwa serangan siber itu dilakukan sebagai balasan atas serangan yang menghantam sebuah sekolah di Minab.

Kelompok tersebut menyatakan bahwa aksi mereka merupakan “balasan atas serangan brutal terhadap sekolah di Minab.”

Sementara itu, laporan dari The Guardian menyebutkan bahwa serangan tersebut menyebabkan gangguan luas terhadap sistem internal perusahaan dan memengaruhi banyak karyawan yang menggunakan jaringan perusahaan berbasis Microsoft.

Pihak perusahaan juga memperingatkan bahwa gangguan tersebut kemungkinan masih akan berlanjut.

Dalam keterangannya, perusahaan mengatakan bahwa insiden ini diperkirakan akan terus menyebabkan “gangguan serta keterbatasan akses terhadap sejumlah sistem informasi dan aplikasi bisnis milik perusahaan”.

Kelompok peretas yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut juga menyatakan bahwa operasi siber yang mereka lakukan berhasil.

Dalam pernyataan yang dikutip media tersebut, mereka mengatakan bahwa “operasi siber besar yang kami lakukan telah berhasil sepenuhnya”.

Mereka bahkan menuding perusahaan tersebut memiliki hubungan dengan pihak yang mereka sebut sebagai sekutu Israel.

Dalam pernyataan mereka, perusahaan itu disebut sebagai “perusahaan yang memiliki akar hubungan dengan pihak Zionis”.

Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana konflik geopolitik modern tidak hanya terjadi melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui serangan di dunia maya.

Para pengamat keamanan menilai bahwa meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi memicu lebih banyak serangan siber yang menargetkan perusahaan maupun infrastruktur penting di berbagai negara. (Lintang Perdana Shynatrya)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#serangan siber #siber #konflik #dampak #Dunia Digital #Serangan Siber Iran ke Perusahaan AS #as #iran