Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Israel Serang Beirut dan Tehran, Konflik Iran Meluas Usai Kematian Khamenei, Harga Minyak Melonjak

Iwa Ikhwanudin • Senin, 2 Maret 2026 | 13:24 WIB

Asap membumbung di langit Beirut Lebanon usai diserang Israel (2 Maret 2026).
Asap membumbung di langit Beirut Lebanon usai diserang Israel (2 Maret 2026).

BEIRUT – Eskalasi konflik Timur Tengah semakin memanas setelah Israel melancarkan serangan udara baru ke Tehran serta wilayah selatan Beirut yang dikuasai Hezbollah, Senin (2/3/2026).

Serangan ini merupakan respons atas rentetan roket dan drone yang diluncurkan Hezbollah ke Israel utara sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel akhir pekan lalu.

Menurut laporan Reuters, ledakan keras terdengar di pinggiran selatan Beirut sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan setidaknya 31 orang tewas dan 149 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut, termasuk beberapa anggota senior Hezbollah.

Israel menyatakan target utamanya adalah posisi penting milik kelompok yang didukung Iran itu, sambil mengeluarkan peringatan evakuasi massal bagi warga di lebih dari 50 desa di Lebanon selatan dan timur.

Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer bersama AS-Israel terhadap target Iran dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga mencapai semua tujuan strategis.

“Ini akan berlanjut sampai kami selesai,” ujar Trump, sembari mengakui adanya korban pertama dari pihak AS—tiga anggota militer tewas di Kuwait akibat serangan balasan Iran.

Iran sendiri menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan AS.

Menteri Luar Negeri Iran menyatakan pihaknya tetap terbuka untuk diplomasi, namun menolak tekanan dari Washington.

Sementara itu, serangan balasan Iran terus berlanjut, termasuk drone yang mengenai pangkalan udara Inggris di Akrotiri, Siprus (meski hanya menyebabkan kerusakan ringan), serta serangan ke aset AS dan sekutunya di kawasan Teluk.

Dampak Ekonomi Global Terasa

Konflik yang kian meluas ini langsung memicu lonjakan harga minyak dunia dan penurunan saham maskapai penerbangan.

Baca Juga: Rusia Peringatkan Risiko Perang Meluas, Minta AS dan Israel Hentikan Serangan ke Iran

Bandara-bandara besar di Timur Tengah ditutup sementara, ribuan penerbangan terganggu, dan investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS dan emas.

Di Iran, kekosongan kepemimpinan pasca-kematian Khamenei membuat dewan sementara mengambil alih kekuasaan.

Situasi ini berpotensi memicu ketidakstabilan lebih lanjut di negara tersebut.

Konflik yang bermula dari serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026—yang menewaskan Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi militer—kini telah menyeret Lebanon dan berisiko melibatkan lebih banyak aktor regional.

Dunia menantikan langkah selanjutnya dari Washington dan Teheran di tengah dukungan publik AS yang rendah terhadap operasi militer ini, terutama menjelang pemilu paruh waktu. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Israel serang Tehran #dampak ekonomi konflik Iran #Israel serang Teheran #serangan Hezbollah di Beirut #eskalasi perang Timur Tengah 2026 #kematian Ali Khamenei #Hezbollah roket Israel