Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Donald Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara, Teheran Buka Suara

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 1 Maret 2026 | 06:54 WIB

Ayatollah Ali Khamenei.
Ayatollah Ali Khamenei.

TEHERAN, RADAR JOGJA – Dunia internasional diguncang kabar besar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas akibat serangan udara gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

Kabar ini langsung memicu ketegangan hebat di Timur Tengah, mengingat posisi Khamenei sebagai otoritas tertinggi di Iran sejak 1989. Namun, klaim sepihak dari Washington ini langsung dibantah keras oleh pihak Teheran.

Klaim Trump dan Netanyahu

Melalui platform Truth Social, Donald Trump menyatakan bahwa pria berusia 86 tahun tersebut tewas dalam serangan presisi. Trump menyebut sistem pelacakan canggih milik AS dan Israel berhasil mengunci posisi sang pemimpin.

"Ia tidak mampu menghindari sistem pelacakan kami yang sangat canggih. Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali negara mereka," tulis Trump dalam unggahannya.

Senada dengan Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga memberikan sinyal serupa. Ia menyebut ada "tanda-tanda kuat" bahwa Khamenei telah tereliminasi dalam gelombang serangan yang menargetkan 24 provinsi di Iran tersebut.

Bantahan Keras dari Iran

Meski demikian, kantor berita resmi Iran, Tasnim dan Mehr, melaporkan kondisi yang bertolak belakang. Mereka menegaskan bahwa Ayatollah Ali Khamenei tetap dalam kondisi sehat dan terus memberikan instruksi langsung di lapangan.

Kepala Humas kantor Khamenei menuduh pernyataan AS dan Israel sebagai bagian dari "perang mental" untuk meruntuhkan moral rakyat Iran.

"Musuh sedang menggunakan taktik perang urat syaraf. Semua pihak harus waspada dan tidak terprovokasi," ungkap pejabat tersebut melalui media pemerintah Iran.

Dampak Serangan: Ratusan Korban Jiwa

Serangan udara yang diluncurkan AS dan Israel dilaporkan menghantam berbagai titik vital. Berdasarkan laporan Bulan Sabit Merah Iran, sedikitnya 201 orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei Pimpin Langsung Perang dari Ruang Operasi, Kata Sumber Al Mayadeen

Tragisnya, serangan juga dilaporkan mengenai fasilitas pendidikan:

108 orang tewas di sebuah sekolah dasar perempuan di Minab.

Dua orang lainnya tewas dalam serangan di sebuah sekolah di timur Teheran.

Sebagai aksi balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan telah meluncurkan gelombang serangan rudal ke posisi-posisi militer AS dan Israel di kawasan Teluk, termasuk Kuwait, Qatar, UEA, dan Bahrain.

Dunia Internasional Bereaksi

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan penghentian permusuhan segera. Ia memperingatkan bahwa aksi militer ini berisiko memicu rantai peristiwa yang tidak terkendali di kawasan paling bergejolak di dunia.

"Saya mendesak adanya de-eskalasi dan penghentian segera permusuhan," tegas Guterres dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Teheran dan sekitarnya masih mencekam dengan akses internet yang dibatasi. Publik internasional kini menanti bukti fisik atau kemunculan perdana Khamenei di televisi nasional Iran untuk mematahkan klaim Donald Trump. (iwa) 

Sumber: Al Jazeera/Reuters/Media Lokal Iran

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Israel #netanyahu #amerika #donald trump #Serangan Udara Israel #Ayatollah Ali Khamenei tewas #ayatollah ali khamenei #ali khamenei tewas #iran