Punch, yang lahir pada Juli 2025 di Kebun Binatang Ichikawa, ditolak oleh ibunya segera setelah lahir, dan sejak itu berjuang untuk tetap hidup serta berinteraksi dengan monyet lain di kandang tersebut.
Rekaman Punch yang terlihat memeluk mainan berbentuk orangutan yang diberikan oleh petugas kebun binatang untuk dukungan emosional telah dibagikan secara luas di platform online.
Mainan tersebut berfungsi sebagai pengganti figur seorang ibu bagi Punch yang kehilangan kesempatan untuk merasakan pelukan, ketenangan, dan perlindungan.
Ahli primatologi berpendapat bahwa situasi Punch membuka dsikusi lebih luas mengenai mengapa hewan betina kadang-kadang meninggalkan anak mereka.
Dr. Alison Behie dari Australian National University menjelaskan bahwa meskipun kasus seperti ini jarang terlihat pada Japanese macaque, berbagai faktor seperti ketidakmampuan induk yang baru pertama kali, suhu ekstrem saat kelahiran, dan tekanan fisik dapat menghalangi hubungan antara induk dan anak.
"Para penjaga kebun binatang juga menduga Punch lahir saat gelombang panas, yang merupakan lingkungan dengan tingkat stres tinggi. Di lingkungan di mana kelangsungan hidup terancam oleh stres dari luar, induk mungkin memprioritaskan kesehatan dan reproduksi masa depannya sendiri daripada terus merawat bayi yang kesehatannya mungkin terganggu oleh kondisi lingkungan tersebut,” ungkap Alison Behie, dikutip dari The Guardian.
Ketidakhadiran induk membuat Punch sering kali terlihat kesepian. beberapa video menunjukkan ia dikejar atau ditarik oleh monyet lainnya.
Para ahli menegaskan bahwa ini bukanlah tindakan perundungan, melainkan bagian dari interaksi sosial di kalangan monyet yang memiliki hierarki.
Kisah Punch menciptakan simpati di seluruh dunia sekaligus menimbulkan perdebatan mengenai kesejahteraan satwa di tempat penangkaran.
Popularitasnya membuat jumlah pengunjung semakin meningkat, yang mendorong pengelola untuk memperketat peraturan demi keselamatan hewan.
Kisah Punch mengingatkan kita akan pentingnya memahami perilaku hewan serta tantangan kesejahteraan mereka saat berada di bawah perawatan manusia.
Penulis: Ferry Aditya
Editor : Bahana.