Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cuaca Ekstrem Landa Arab Saudi, Area Jabal Al Lawz Diselimuti Salju

Magang Radar Jogja • Kamis, 18 Desember 2025 | 22:49 WIB

Photo
Photo
Fenomena turunnya salju kembali terjadi di beberapa daerah di Arab Saudi, membuat masyarakat penasaran.

Negara yang biasanya dikaitkan dengan gurun pasir ini diprediksi akan mengalami salju di wilayah utara seperti Qassim, serta daerah dataran tinggi di Tabuk dan Hail pada hari Kamis.

Hal ini terjadi seiring pengaruh sistem cuaca ekstrem yang masih memengaruhi sebagian besar wilayah Kerajaan.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) menyatakan bahwa prediksi ini merupakan kelanjutan dari peringatan cuaca buruk yang telah dikeluarkan beberapa hari terakhir.

Wilayah Qassim diberi status peringatan merah karena hujan deras yang bisa menyebabkan banjir.

Ahli cuaca menjelaskan bahwa suhu di daerah dataran tinggi diperkirakan turun di bawah nol derajat Celsius.

Kondisi ini dianggap cocok untuk menghasilkan salju, diiringi petir, hujan es, dan angin kencang.

Menanggapi pandangan bahwa salju di Arab Saudi adalah hal yang tidak biasa, seorang astronom dari Arab Saudi bernama Mohammed bin Reddah Al Thaqafi menjelaskan bahwa kejadian itu bukanlah hal yang tidak wajar saat musim dingin.

“Fenomena salju memang tidak mengikuti siklus astronomi yang tetap, tetapi terjadi secara berkala setiap musim dingin, tergantung kondisi iklim dan atmosfer,” ujar Al Thaqafi, pakar di Taif Astronomical Sundial sekaligus anggota Arab Union for Space and Astronomy Science.

Ia menjelaskan bahwa salju biasanya terjadi antara bulan Desember hingga Februari, terutama di wilayah yang terpengaruh oleh sistem cuaca Mediterania, seperti Tabuk, Al Jouf, dan Arar.

Beberapa lokasi yang paling mungkin mengalami salju adalah Jabal Al Lawz, Alaqan, dan Al Dhahr di Tabuk; Sakaka dan Dumat Al Jandal di Al Jouf; Arar di wilayah Northern Borders; Jabal Aja dan Jabal Salma di Hail; serta dataran tinggi Abha di wilayah Asir.

Meskipun tidak setiap musim dingin disana turun salju, daerah-daerah tersebut tetap menjadi tempat yang paling konsisten menampilkan suasana musim dingin di Arab Saudi.

Al Thaqafi mengingatkan masyarakat, terutama pengemudi dan wisatawan, untuk lebih waspada saat ada salju.

Jalan yang licin dan pandangan terbatas bisa meningkatkan risiko terjadi kecelakaan, oleh karena itu mematuhi peraturan lalu lintas sangat penting.

Laporan tentang salju telah muncul dari area Jabal Al Lawz di Tabuk, di mana puncak gunung tampak tertutup lapisan salju putih.

NCM menyebutkan kondisi ini diperkirakan terjadi dari siang hingga sore hari, dengan potensi badai petir sedang hingga deras, hujan es, serta angin kencang di beberapa daerah.

Juru bicara NCM, Hussein Al Qahtani, memastikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan cuaca.

Sebelumnya, hal serupa terjadi di area Jabal Al Lawz atau Almond Mountain di Tabuk.

Gunung dengan ketinggian sekitar 2.580 meter di atas permukaan laut itu kembali tertutup salju dan hujan es, menciptakan pemandangan musim dingin yang menarik perhatian dan viral di media sosial.

Foto-foto salju yang diambil oleh fotografer Mushir Al Balawi atau "Marshall" memicu minat warga.

Banyak penduduk Tabuk berbondong-bondong datang ke lokasi tersebut untuk melihat pemandangan langka yang jarang ditemui di wilayah Timur Tengah.

Selain di Tabuk, hujan es juga terjadi di kota Buraidah, hingga butiran es menumpuk di beberapa jalur jalan.

Saat ini, Arab Saudi sedang mengalami masa hujan lebat yang diikuti hujan es di beberapa daerah, sementara kota-kota lain mengalami hujan ringan hingga sedang dalam beberapa hari terakhir.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun jarang, salju bukanlah hal yang asing di Arab Saudi, terutama di daerah pegunungan saat musim dingin tiba.

Penulis: Ocha

Editor : Bahana.
#arab #Arab Saudi #salju