Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Iran Sangkal Mitos “Pangkalan Teraman” Milik Israel dengan Rudal Balistik dan Drone

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 18 Juni 2025 | 17:42 WIB
Pangkalan udara Nevatim, Israel.
Pangkalan udara Nevatim, Israel.

RADAR JOGJA - Dalam eskalasi sengit antara Iran dan Israel, Iran melancarkan gelombang rudal balistik dan drone yang menargetkan beberapa pangkalan strategis Israel, termasuk Pangkalan Udara Nevatim di gurun Negev.

Serangan ini merupakan bagian dari operasi bernama "Operation True Promise III" kelanjutan konflik setelah Operation Rising Lion Israel pada 13 Juni yang menargetkan fasilitas nuklir Iran.

Nevatim dikenal sebagai basis utama bagi armada F 35 Israel, dipuji sebagai “pangkalan paling aman di dunia” berkat sistem pertahanan multilapis seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow.

Namun, serangan Iran berhasil menembus pertahanan ini.

Walau sebagian besar rudal berhasil dicegat, puluhan serpihan masih mencapai pangkalan, menyebabkan kerusakan pada infrastruktur darat seperti hangar, taxiway, dan fasilitas operasional, membuat Nevatim sempat lumpuh dan tidak sepenuhnya berfungsi selama beberapa jam.

Dampak Fisik dan Protokol Keamanan yang Tertembus

Beberapa bangunan penunjang dan struktur penting pangkalan mengalami kerusakan akibat serangan Iran.

Meskipun pesawat F 35 tidak dilaporkan rusak, tanda-tanda kerusakan fisik tidak dapat diabaikan.

Analisis satelit dan laporan lapangan menunjukkan hangar dan taxiway yang hancur, menandakan bahwa sistem anti-rudal Israel tidak sepenuhnya efektif dalam mengantisipasi belasan proyektil canggih Iran.

Nevatim: Rekam Jejak atau Rencana yang Gagal?

Israel telah mempromosikan Nevatim sebagai "pangkalan sipil-militer paling terlindungi”, dengan sistem pertahanan berlapis dan redundansi.

Namun, keberhasilan serangan Iran menembus hingga menyebabkan gangguan operasional, meskipun tidak fatal menunjukkan celah signifikan dalam klaim tersebut.

Para analis menilai: infrastruktur militer canggih tetap rentan terhadap serangan presisi jika lawan menggunakan strategi bertubi-tubi yang sistematis.

Serangan Iran tersebut menandai balasan langsung terhadap serangan Israel pada 13 Juni 2025, yang dikenal sebagai Operation Rising Lion, menargetkan fasilitas nuklir dan barisan komando Iran.

Saat itu, Israel menembakkan lebih dari 330 bom melalui 200 pesawat dan Mossad menyusup dengan drone, sehingga memicu respons keras Iran beberapa hari kemudian.


Apa Artinya bagi Israel dan Wilayah Negev?


Kerusakan pada Nevatim, meskipun terbatas memberi pesan tegas. Tidak ada pangkalan yang benar-benar kebal jika dikepung dengan rudal balistik modern dan operasi militer yang koordinatif.

Ini menjadi pukulan simbolis dan strategis bagi narasi superioritas udara Israel.

Israel pun dipaksa mengevaluasi ulang strategi pertahanan agronya, memperkuat integrasi sistem anti-rudal, dan meningkatkan kesiapan infrastruktur untuk menghadapi gelombang serangan masa depan.


Kedua negara kini memasuki fase perang psikologis dan militer terbuka, dengan pangkalan udara dan fasilitas nuklir menjadi simbol nasionalisme serta peluang untuk menegosiasikan dominasi geopolitik di wilayah Timur Tengah. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#mitos #Pangkalan Teraman #serangan iran #Israel #geopolitik #drone #nuklir #Iran dan Israel #menembus pertahanan #eskalasi #iran #Pangkalan Udara Nevatim #Nevatim #rudal balistik