Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Israel Matikan Listrik ke Gaza, Pabrik Desalinasi Air Terancam Lumpuh

Bahana. • Senin, 10 Maret 2025 | 21:23 WIB

Kondisi Gaza
Kondisi Gaza
Pada hari Minggu (9/3), pemerintah Israel memutuskan untuk menghentikan pasokan listrik ke Gaza.

Keputusan ini berdampak pada berbagai fasilitas penting, termasuk pabrik desalinasi yang menghasilkan air minum untuk sebagian wilayah Gaza yang mengalami kekeringan.

Hamas menganggap langkah ini sebagai bagian dari kebijakan “kelaparan” yang diterapkan Israel.

Dampak Pemutusan Pasokan Listrik

Sebelumnya, Israel juga telah menghentikan pasokan barang-barang ke Gaza sejak minggu lalu, yang mengingatkan pada pengepungan yang pernah diberlakukan pada awal konflik.

Sekitar 2 juta warga Palestina kini merasakan dampak dari kebijakan ini.

Banyak fasilitas, termasuk rumah sakit, yang kini mengandalkan generator untuk bertahan hidup.

Pabrik desalinisasi di Gaza tengah, yang biasa menghasilkan 18.000 meter kubik air per hari, kini hanya bisa beroperasi dengan kapasitas 2.500 meter kubik per hari, jumlah yang sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan air warga Gaza.

Hamas mengecam keras keputusan Israel ini dan menyebutnya sebagai kebijakan yang sengaja menyebabkan kelaparan di Gaza.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassam, mengatakan bahwa keputusan ini jelas melanggar hukum internasional.

Selain itu, badan PBB yang menangani hak asasi manusia menganggap langkah ini sebagai hukuman kolektif terhadap warga sipil, yang dilarang oleh hukum internasional.

Pengadilan Kriminal Internasional juga mencatat dugaan bahwa Israel menggunakan kelaparan sebagai metode perang.

Kritikan terhadap Israel

Meskipun Israel mengklaim sudah mengirimkan bantuan kemanusiaan, banyak pihak, termasuk Hamas, menuduh Israel menghalangi bantuan tersebut dengan menghentikan pasokan penting, termasuk bahan bakar yang dibutuhkan untuk distribusi air dan barang-barang kebutuhan lainnya.

Utusan khusus AS, Adam Boehler, mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mencari solusi damai dengan Hamas untuk menghentikan kekerasan.

Namun, Hamas lebih memilih untuk segera melanjutkan pembicaraan tentang fase kedua gencatan senjata, yang mencakup pelepasan seluruh sandera dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Keadaan Gaza Selama Ramadan

Pemutusan pasokan listrik dan bahan bakar ini terjadi saat bulan Ramadan, yang semakin memperburuk kondisi di Gaza.

Banyak warga yang melaporkan lonjakan harga barang-barang pokok yang semakin langka.

Fares al-Qeisi, salah seorang warga Gaza di Khan Younis, mengatakan bahwa meskipun situasi sedikit membaik setelah dimulainya gencatan senjata, sebelum itu kondisi di Gaza sangat buruk.

Hamas terus menyerukan agar konflik ini diselesaikan dengan cara yang adil, termasuk dengan mendirikan negara Palestina yang merdeka.

Namun, sampai sekarang, pembicaraan antara Israel dan Hamas masih berlangsung dengan penuh ketegangan dan ketidakpastian.

Beberapa pihak internasional berharap akan ada kesepakatan dalam waktu dekat untuk meredakan ketegangan dan memastikan keselamatan para sandera yang masih ada di Gaza.

Penulis: Abel Alma Putri

Editor : Bahana.
#Israel #gaza #listrik mati