RADAR JOGJA - Serangan drone yang diduga berasal dari Rusia mengguncang kota Kharkiv di Ukraina timur laut pada Jumat (9/2) malam, menargetkan sebuah depot bahan bakar dan menewaskan tujuh orang dari dua keluarga berbeda.
Kepala departemen kejahatan perang kepolisian regional Kharkiv, Oleksandr Kobylev, dalam pernyataannya kepada nytimes.com yang dikutip pada Senin (12/2), menyebutkan bahwa drone yang digunakan dalam serangan tersebut adalah model Shahed yang dipasok oleh Iran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bahan bakar yang terbakar mengalir ke pekarangan rumah-rumah di sekitarnya, menyebabkan setidaknya 15 rumah terbakar.
Selain tujuh korban tewas, tiga orang lainnya mengalami luka-luka akibat kebakaran tersebut, sementara lebih dari 50 orang berhasil menyelamatkan diri tanpa cedera serius.
Pada Sabtu (10/2), jalanan di sekitar depot bahan bakar tertutup oleh lumpur hitam lengket yang bercampur dengan sisa bahan bakar yang hangus, menyiratkan tingkat kehancuran yang signifikan.
Petugas pemadam kebakaran terlihat sibuk menggali sisa-sisa rumah yang terbakar, mencari mayat seorang anak yang diduga menjadi korban serangan mematikan ini.
Kerusakan terparah terjadi di bagian bawah lereng, di mana banyak rumah-rumah hancur karena dampak serangan drone Rusia.
Meskipun api kecil masih menyala di depot bahan bakar yang terletak di atas bukit, namun fokus utama pemadam kebakaran dan penyelidik adalah di daerah yang terdampak langsung oleh serangan, di mana sejumlah besar rumah-rumah hangus terbakar.
Total tujuh orang dinyatakan tewas dalam serangan ini, menjadikannya salah satu serangan paling berbahaya yang pernah terjadi di Kharkiv, kota yang sebelumnya telah menjadi sasaran serangkaian serangan rudal dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala penyelidik polisi di Kharkiv, Serhii Bolvinov, menjelaskan bahwa keluarga-keluarga yang menjadi korban disandera oleh api di dalam rumah mereka sendiri.
Setelah berjam-jam menggali puing-puing yang membara, petugas pemadam kebakaran dan penyelidik berhasil menemukan jasad semua korban.
Semua korban mengalami luka bakar yang sangat parah, sehingga diperlukan pemeriksaan DNA untuk mendapatkan kesimpulan akhir mengenai identifikasi mereka.
Serangan ini menambah tragedi di tengah eskalasi ketegangan antara Ukraina dan Rusia, dengan Kharkiv menjadi salah satu kota yang paling terdampak oleh serangkaian insiden yang mengancam keamanan dan stabilitas regional.
Pihak berwenang Ukraina berupaya untuk mengidentifikasi lebih lanjut pelaku dan motif di balik serangan tersebut, sementara masyarakat internasional mengecam tindakan kekerasan yang merenggut nyawa warga sipil yang tidak bersalah.
Editor : Bahana.