Taiwan Menghadapi Bencana Topan Champi, dari Gelombang Besar Hingga Listrik Terputus

RADAR JOGJA - Taiwan menghadapi bencana Topan Champi dahsyat (Super Typhoon Champi) mulai Jumat, 23 Oktober 2026.
Bencana tersebut mengakibatkan hantaman gelombang besar, pohon tumbang, terputusnya listrik, hingga lumpuhnya aktivitas masyarakat.
Badan Cuaca Sentral Taiwan (CWA) telah mengeluarkan peringatan daratan (land warning) resmi terkait bencana ini sejak Kamis pagi (22/10/2026).
Dalam beberapa video yang dibagikan oleh netizen di media sosial, kencangnya angin menyebabkan wilayah pesisir Taiwan dihantam oleh gelombang besar.
Baca Juga: Krisis Air, BPBD Kulon Progo Terima Tambahan 700 Tangki Air Bersih untuk Bantuan Wilayah Kekeringan
Dilansir dari Focus Taiwan, gelombang setinggi 6 meter terlihat menyapu sebuah derek besar ke laut di Pelabuhan Fugang di Kabupaten Taitung sekitar pukul 09.40 pagi, sedangkan di Pelabuhan Changbin, Taitung Utara, gelombang setinggi 8 meter menghantam pantai hingga menyemburkan air laut ke jalan.
Selain itu, bencana tersebut juga menyebabkan listrik padam. Hingga pukul 14.00, 77.498 rumah di seluruh Taiwan mengalami pemadaman listrik, dengan 75 persen di antaranya telah mendapatkan kembali aliran listrik, dan 19.029 rumah masih tanpa listrik.
Hal ini menyebabkan aktivitas masyarakat di Taiwan lumpuh total.
Ratusan penerbangan Taiwan dibatalkan. Evakuasi penduduk pesisir dan pegunungan juga telah dilakukan.
Baca Juga: Antisipasi Kecelakaan di Tikungan Gedang Kluthuk Gunungkidul, Warga Patungan Pasang Ban Bekas
Sebelumnya pada Jumat pagi, Pusat Operasi Darurat Taiwan telah melaporkan bahwa topan tersebut telah menyebabkan satu orang tewas dan 94 orang luka-luka per pukul 06.00 WIB.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




