Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Super El Niño, Dampak Cuaca Ekstrem Ancam Indonesia hingga 2027, Risiko Kekeringan dan Banjir Hebat

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis tengah dan timur bisa naik hingga sekitar 3,8 derajat Celsius di atas rata-rata. (AI Image Generator)
Suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis tengah dan timur bisa naik hingga sekitar 3,8 derajat Celsius di atas rata-rata. (AI Image Generator)

Advertisement

RADAR JOGJA, 22 Oktober 2026 - Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO baru saja mengeluarkan peringatan penting. Fenomena El Niño yang sedang berlangsung diperkirakan mencapai kekuatan luar biasa.

Menurut laporan Global Seasonal Climate Update terbaru, suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis tengah dan timur bisa naik hingga sekitar 3,8 derajat Celsius di atas rata-rata. Angka ini berlaku untuk periode November 2026 hingga Januari 2027.

Puncaknya diperkirakan terjadi sekitar Desember 2026. Level tersebut dinilai belum pernah tercatat dalam skala monitoring yang dipakai WMO selama empat dekade terakhir.

Advertisement

Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, menyatakan bahwa kondisi ini secara harfiah berada di luar grafik pemantauan yang biasa digunakan. Dampaknya tidak hanya terasa saat puncak, tapi juga berlanjut hingga tahun 2027.

El Niño sendiri merupakan fenomena alam yang terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik meningkat secara signifikan. Perubahan suhu ini memengaruhi pola angin, curah hujan, dan suhu di berbagai belahan dunia.

Advertisement

Biasanya El Niño berlangsung sembilan hingga dua belas bulan. Kali ini prediksi menunjukkan kemungkinan hampir 100 persen fenomena tersebut bertahan setidaknya hingga Februari 2027.

Bagi masyarakat awam, El Niño sering dikaitkan dengan cuaca ekstrem. Di beberapa wilayah dunia, hujan bisa turun jauh lebih lebat dari biasanya. Di tempat lain justru muncul kekeringan berkepanjangan.

Di kawasan Afrika Timur, misalnya, curah hujan diperkirakan lebih tinggi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran banjir dan tanah longsor di musim hujan.

Sebaliknya, Afrika Selatan berpotensi mengalami kondisi lebih kering. Situasi tersebut dapat memengaruhi produksi pertanian, ketersediaan air, dan penghidupan masyarakat setempat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dokter Tirta Soroti Tanggung Jawab Pemerintah atas Udara dan Air Bersih di Tengah Ancaman El Niño

Dokter Tirta Soroti Tanggung Jawab Pemerintah atas Udara dan Air Bersih di Tengah Ancaman El Niño

Influencer Indonesia, Dokter Tirta, menyoroti tanggung jawab negara dan pemerintah dalam menjamin ketersediaan udara bersih dan air bersih bagi masyarakat. Melalui pernyataannya pada Rabu (21/10/2026), ia menegaskan bah

Panas Terik Sejak Pagi di Jogja, BMKG Beberkan Penyebab dan Efek El Nino

Panas Terik Sejak Pagi di Jogja, BMKG Beberkan Penyebab dan Efek El Nino

Warga Jogja keluhkan cuaca panas terik sejak pukul 10 pagi. BMKG Yogyakarta beberkan penyebabnya, mulai dari posisi semu matahari, berkurangnya tutupan awan, hingga dampak El Nino yang menunda musim hujan.

Musim Hujan Mundur Ekstrem, Indonesia Bersiap Hadapi Super El Niño

Musim Hujan Mundur Ekstrem, Indonesia Bersiap Hadapi Super El Niño

NOAA sebut Super El Niño aktif hingga awal 2027. Suhu laut Indonesia mendingin yang memicu hilangnya awan hujan. Waspada musim hujan mundur, kekeringan ekstrem, dan ancaman karhutla. Siapkan mitigasi segera!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer