Situs Pemerintah Belanda hingga Finlandia Offline Gegara PHP, Apa yang Dilakukan Komdigi?

RADAR JOGJA, 22 Oktober 2026 - Situs-situs pemerintah dan layanan publik di sejumlah negara Eropa sempat tidak bisa diakses. Penyebabnya adalah temuan celah keamanan serius pada perangkat lunak PHP yang banyak digunakan di internet.
Penemuan ini melibatkan bantuan kecerdasan buatan atau AI. Setelah celah itu terungkap, beberapa negara memutuskan untuk mematikan sementara situs resmi mereka. Tujuannya agar sistem bisa segera diperbaiki dan tidak disalahgunakan. Lalu, apa yang dilakukan oleh Kemkomdigi? Belum terkonfirmasi.
PHP merupakan bahasa pemrograman yang sangat umum dipakai untuk membangun situs web. Banyak situs pemerintah, layanan publik, hingga platform besar mengandalkan perangkat lunak ini. Karena penggunaannya yang luas, celah di dalamnya bisa berdampak besar.
Menurut laporan, celah tersebut memungkinkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjalankan perintah jarak jauh pada server yang rentan. Tingkat keparahannya dinilai sangat tinggi. Oleh karena itu, respons cepat dianggap sangat penting.
Di Belanda, beberapa situs resmi termasuk portal pemerintah dan layanan terkait sempat dihentikan operasionalnya. Langkah serupa juga dilakukan di Prancis, Denmark, dan Finlandia. Otoritas setempat memilih mematikan akses sementara sambil melakukan pembaruan.
Di Inggris, sejumlah layanan pemerintah juga mengalami gangguan terbatas. Pihak berwenang memastikan layanan kritis tetap berjalan, namun beberapa layanan pendukung perlu diamankan terlebih dahulu. Langkah pencegahan ini diambil untuk menghindari risiko lebih besar.
Para pengembang PHP segera merilis pembaruan atau patch setelah celah teridentifikasi. Mereka mendorong semua pengguna untuk segera memperbarui sistem mereka. Bagi yang belum sempat memperbarui, disarankan untuk menonaktifkan sementara situs yang terdampak.
Menariknya, temuan celah ini dibantu oleh teknologi AI. Beberapa perusahaan keamanan siber menggunakan model kecerdasan buatan untuk menganalisis kode dan menemukan kelemahan yang sebelumnya luput dari perhatian. Proses penemuan berlangsung dalam beberapa bulan sebelum diumumkan secara luas.
Keputusan mematikan situs diambil sebagai langkah kehati-hatian. Otoritas keamanan siber di Eropa menilai risiko terlalu tinggi jika situs tetap dibuka tanpa perbaikan. Mereka lebih memilih gangguan sementara daripada membuka peluang serangan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




