Penganiayaan, lanjutnya, terjadi Selasa pagi (7/2) tepatnya 04.30 WIB. Dari keterangan saksi, pelaku berjumlah 6 orang dan berboncengan motor. Aksi penganiayaan juga direkam oleh warga yang kebetulan melintas.
“Jadi sampai hari ini Satreskrim Polresta Jogja sudah melakukan penyelidikan dengan melakukan langkah-langkah terhadap lima orang saksi, baik itu korban maupun dari yang memviralkan,” jelasnya ditemui di Mapolsek Mergangsan, Rabu (8/2).
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah orang menganiaya dua orang warga. Penganiayaan terjadi tepat di simpang empat Titik Nol Kilometer sisi timur. Dalam video juga terlihat para pelaku membawa senjata tajam.
Pelaku melakukan penganiayaan dengan memepet kendaraan korban. Setelahnya secara bersamaan melakukan pemukulan. Korban lalu kabur ke arah utara menuju Malioboro. Setelah itu pelaku kabur ke arah barat dan timur.
“Kalau terkait laporan resmi belum tapi kita sudah mencari saksi-saksi itu berdasarkan video yang viral itu dan sudah ditemukan,” katanya.
Dari keterangan saksi korban, kedua kelompok tidak saling mengenal. Hanya saja sempat terjadi aksi saling pepet kendaraan di sisi barat. Peristiwa ini, lanjut Timbul, terjadi di sekitar Jalan KH Ahmad Dahlan.
“Keterangan saksi mereka tidak mengenal, tidak mengenal pelaku namun kita juga mengecek CCTV di sekitar pelaku mudah-mudahan sudah bisa terungkap dan diamankan pelakunya,” ujarnya.
Akibat penganiayaan ini, korban mengalami luka lecet. Sementara untuk sabetan senjata tajam mengenai helm. Untuk identitas korban, Timbul menyebutkan bukan asal Jogjakarta namun berdomisili cukup lama.
“Korban, itu secara ini masih kena helm ya mungkin luka lecet gores sedikit tapi tidak sampai rawat inap atau opname tidak,” katanya. (Dwi) Editor : Editor News