Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duel Berdarah Antar Geng Pelajar di Pakualaman Jogja, Satu Orang Terkena Luka Bacok Serius

Rizky Wahyu Arya Hutama • Kamis, 26 Maret 2026 | 11:50 WIB

Ilustrasi tawuran.
Ilustrasi tawuran.

JOGJA - Aksi kekerasan jalanan kembali menghampiri Kota Pelajar.

Kali ini, sebuah duel maut yang dipicu perselisihan internal geng pecah di Jalan Ki Mangun Sarkoro, tepatnya di depan SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, Kemantren Pakualaman, Rabu (25/3/2026) dini hari.

Perkelahian tersebut mengakibatkan dua remaja bersenjata celurit harus dilarikan ke rumah sakit setelah kalah jumlah dalam bentrokan yang telah direncanakan tersebut.

Ps Kasi Humas Polresta Jogja Ipda R Anton Budi Susilo menjelaskan peristiwa tersebut bukanlah aksi penganiayaan acak atau salah sasaran.

Motif di baliknya diduga kuat adalah ritual gladiator atau fix-fixan sebagai syarat keluar dari kelompok geng bernama Vascal.

Korban berinisial RA (17), seorang pelajar asal Depok, Sleman, dikabarkan ingin memisahkan diri dari geng tersebut.

Namun, aturan internal kelompok mengharuskan adanya duel fisik sebelum pengunduran diri disetujui.

Naas, dalam pertemuan yang disepakati pukul 03.30 WIB itu, RA yang membawa dua bilah celurit justru menjadi bulan-bulanan.

"Korban RA mengalami luka bacok serius pada dada kiri hingga menembus paru-paru. Awalnya dibawa ke RS Pratama, namun karena kondisinya kritis, langsung dirujuk ke RS Bethesda," jelasnya, Rabu (25/3/2026) siang.

Selain RA, lanjut Anton, korban lain berinisial AP (18), warga Mergangsan, juga mengalami luka bacok di pundak kiri, kedua lengan, dan jempol tangan kanan.

AP sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Wirosaban.

Terungkapnya kasus ini bermula saat personel Polsek Umbulharjo menerima laporan dari RS Pratama mengenai adanya pasien yang mengaku korban kecelakaan lalu lintas.

Namun, saat petugas melakukan pengecekan di ruang IGD, ditemukan kecurigaan kuat.

Luka-luka yang diderita para pasien bukan berasal dari benturan aspal, melainkan luka sayatan senjata tajam yang identik dengan bekas perkelahian.

Setelah dilakukan pendalaman, petugas mengamankan saksi berinisial BP (19) dan MR (17) untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan barang bukti berupa dua bilah celurit milik korban RA dan satu bilah milik AP.

"Kedua kelompok ini sebenarnya sudah saling kenal karena berada dalam satu lingkaran geng. Mereka janjian bertemu untuk melakukan aksi fighter atau gladiator," ungkapnya.

Guna penyidikan lebih lanjut, Anton menyatakan jika Polsek Pakualaman yang didampingi Pawas Ipda Eko Heri Kurniawan dan Panit Sabhara Aiptu Sedyo Budi melimpahkan kasus ini ke Satreskrim Polresta Jogja.

Hal ini dilakukan karena Polsek Pakualaman tidak memiliki unit penyidikan (Reskrim).

Pihak kepolisian telah melakukan cek TKP dan menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi lawan duel para korban yang melarikan diri.

Polisi juga mengimbau agar patroli terbuka dan tertutup terus ditingkatkan di jam-jam rawan, yakni pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB, guna mencegah aksi serupa yang kerap berujung maut. (ayu)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#luka bacok #duel berdarah #Pakualaman #Jogja #sajam #Genk Pelajar