Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Proposal Hibah Dikumpulkan di Rumah Dinas Bupati Sleman, Orang-Orang Dekat Raudi Akmal Mulai “Nyanyi”

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 5 Februari 2026 | 06:25 WIB
Sidang lanjutan kasus korupsi dana hibah pariwisata Sleman 2020 yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Dan Hubungan Industrial Yogyakarta, Rabu (4/2)
Sidang lanjutan kasus korupsi dana hibah pariwisata Sleman 2020 yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Dan Hubungan Industrial Yogyakarta, Rabu (4/2)

JOGJA- Proposal hibah pariwisata Sleman 2020 yang diajukan kelompok masyarakat (pokmas) desa wisata rintisan dan rintisan lokasi wisata tidak langsung diserahkan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Ternyata proposal lebih dulu transit di rumah dinas (rumdin) bupati Sleman di Jalan Parasamya No. 1 Beran, Tridadi, Sleman.

Sejumlah proposal diketahui dikumpulkan pada satu orang. Namanya Karunia Anas Hidayat. Dia adalah orang dekat Anggota DPRD Sleman Raudi Akmal (RA) yang juga putra dari Bupati Sleman Sri Purnomo (SP). Dalam perkara ini SP menjadi terdakwa.

“Beberapa proposal saya serahkan kepada Anas di rumah dinas bupati,” tutur Gigih Wijaya Kurniawan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jogja, Rabu(4/2).

Saat ditanya  jaksa penuntut umum (JPU)  Wiwik Triatmini SH, MHum, kenapa proposal diserahkan ke Anas di rumdin bupati Sleman, Gigih “bernyanyi”. Dia membeberkan saat itu Anas menjadi orang yang cukup dekat dengan RA. Dia pernah menjadi sekretaris pribadi RA. Di samping itu, Anas juga menjabat sekretaris pengurus Karang Taruna Sleman.

Soal jumlah proposal yang dia bawa, Gigih mengaku tak ingat. Hanya saja dia memastikan jumlahnya lebih dari satu. Soal informasi dana hibah,  Gigih tahu dari RA. Waktunya antara September-November 2020. Proses pilkada sudah bergulir. Ibunda RA yang juga istri SP, Kustini  sudah ditetapkan sebagai calon bupati. Berpasangan dengan Danang Maharsa. Nomor urut 03.

Sama seperti Anas, Gigih juga  berada di lingkaran dekat RA. Pria yang tinggal di Dusun Murangan VII Triharjo, Sleman itu pernah menjadi manajer pemenangan RA. Tepatnya saat RA maju sebagai calon anggota DPRD Sleman pada Pemilu 2019.

Sedangkan saat Pilkada 2020, Gigih menjabat koordinator relawan. Mengampu daerah pemilihan (dapil) Sleman satu dan Sleman dua. Meliputi dapil satu Kapanewon Sleman, Turi dan Tempel. Sedangkan Dapil dua terdiri atas Ngaglik, Pakem serta Cangkringan. Dari keterangan Gigih, RA  menyampaikan adanya dana hibah pariwisata yang bisa diakses masyarakat. Dia diminta  membantu menyosialisasikannya.

Jaksa Wiwik terus mencecar kapasitas Gigih menyosialisasikan dana hibah pariwisata. Gigih berdalih hanya menyampaikan ke beberapa relawan yang dikenalnya saat Pemilu 2019. “Hanya ada dua orang,” kilahnya.

Kesaksian Gigih itu mengundang perhatian anggota Majelis Hakim Gabriel Siallaban. Penampilan Gabriel dalam sidang itu sedikit berbeda. Bahkan agak manglingi. Rambut dan kumis lebatnya habis dicukur. Kini menjadi lebih klimis.

Kepada Gigih, Gabriel mengingatkan dari persidangaan sebelumnya namanya banyak disebut oleh saksi-saksi sebelumnya. " Katakan saja apa adanya. Jangan adanya apa," pintanya.

Soal rumdin bupati yang terseret dalam pusaran kasus itu oleh penasihat hukum (PH) SP coba dieliminasi. Soepriyadi SH, salah satu tim PH menanyakan ke Gigih soal kedudukan alamat rumah pemenangan calon bupati dan wakil bupati Kustini-Danang. “Ada di Jaban, Tridadi, Beran atau di rumah dinas,?” tanya Soepriyadi. Mendengar itu, Gigih dengan tegas menyebut Jaban.

Saksi lain yang menyebutkan proposal hibah yang diajukan pokmas dikumpulkan di rumdin disampaikan Slamet Budiyana. Dia menjadi koordinator relawan untuk Dapil 3 dan 4. Ada lima kapanewon yang menjadi tanggung jawabnya.

Meliputi Kapanewon Ngemplak, Kalasan, Depok, dan Berbah. Senada dengan Gigih, kepada pokmas atau pokdarwis yang mengajukan proposal agar menyerahnnya ke Anas di rumdin bupati Sleman.

Sebelumnya, sidang juga memeriksa saksi Dwi Ari Wibayanto. Dia merupakan pembantu Ulu-Ulu Kalurahan Sukoharjo, Ngaglik. Dalam kesaksiannya, Dwi mengaku ikut membantu membuatkan proposal untuk empat pokdarwis di wilayahnya. Dia juga mendapatkan pesan agar proposal itu ditinggal di kantor kalurahan. “Bakal diambil asisten rumah dinas bupati,” ucapnya menirukan pesan atasannya. Namun dia tak tahu siapa asisten yang dimaksud.

Dwi juga mengaku pernah mendampingi Kustini kampanye di Sukoharjo. Kala itu dia didampingi sejumlah tim kampanye dan relawan. Di antaranya yang diingat, ada nama dokter  Septi Wahyu Afrianto. Akrab disapa Fian.

Nama Fian sempat mengundang perhatian pada sidang sebelumnya pada Senin (2/2). Ketua Pengurus Karang Taruna Ngaglik ini menangis di depan sidang. Fian menangis saat ditanya PH SP, Soepriyadi soal keterlibatannya dalam lingkaran pengalokasian dana hibah pariwisata.

"Saya dulu niatnya cuma ingin membantu. Tidak tahu kalau sampai seperti ini. Dana hibah pariwisata dipermasalahkan," ucapnya menahan tangis.

Jaksa Wiwik mengungkapkan alasan dihadirkannya Fian. Pria yang juga menjabat bendahara Pengurus Karang Taruna Sleman itu dikenal orang dekat RA. Posisinya relawan muda pemenangan Kustini-Danang.

Fian mengaku kenal RA sejak 2019 semasa di kepengurusan Karang Taruna Sleman dan Provinsi DIJ.  "Timnya relawan dari Karang Taruna siapa saja?," tanya  Wiwik "Seingat saya, ada Anas, Nanang, Udin, dan Baeruni," jawabnya.

Di depan hakim, Fian juga mulai “nyanyi”. Ketika ditanya markas atau posko relawan muda pendukung Kustini, dia membeberkan lokasinya berada di rumah dinas bupati Sleman. Terkait info dana hibah diketahui dari Anas.

"Saksi menerangkan memperoleh informasi dari Anas di rumah dinas bupati pada 2020 untuk pengkondisian pilkada," ucap Wiwik membacakan berita acara pemeriksaan (BAP).

Selain itu, Fian juga membawa titipan beberapa proposal dari pokdarwis. Proposal  kemudian diserahkan ke Anas di rumdin bupati Sleman. Ada lebih dari 10 proposal. Fian sempat dikonfrontasi dengan saksi lainnya Bernadeta Ari Murti, mantan anggota Komisi B DPRD Sleman periode 2019-2024.

"Fian menyampaikan melalui telepon. Ada dana hibah pariwisata untuk desa wisata.” cerita Ari, sapaan akrabnya. (oso/kus)

 

Editor : Heru Pratomo
#pokmas #SP #dinas pariwisata #Sleman #rumah dinas bupati #proposal #ra #hibah pariwisata #sri purnomo #raudi akmal