Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terus Berulang, SD Negeri Tegalarum, Borobudur Dilempari Batu hingga Pohon Singkong oleh OTK

Naila Nihayah • Senin, 2 Februari 2026 | 22:25 WIB

 

 

Kaca bagian belakang gedung perpustakaan SD Negeri Tegalarum pecah dan ditemukan batu hingga pohon singkong, Senin (2/2).
Kaca bagian belakang gedung perpustakaan SD Negeri Tegalarum pecah dan ditemukan batu hingga pohon singkong, Senin (2/2).

 

 

MUNGKID - Fasilitas SD Negeri Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, menjadi sasaran perusakan oleh orang tidak dikenal (OTK).

Kaca bagian belakang ruang perpustakaan sekolah ditemukan dalam kondisi pecah, disertai potongan pohon singkong dan batu yang diduga digunakan pelaku untuk merusak bangunan.

Kepala sekolah SD Negeri Tegalarum Noviyani menjelaskan, insiden tersebut pertama kali diketahui oleh penjaja kantin yang biasa berjualan di bagian belakang sekolah sekitar pukul 06.30. Saat itu, kondisi bagian depan sekolah terlihat normal sehingga kerusakan tidak terpantau.

"Setelah dilihat dari belakang, baru tahu kalau jendela belakang sudah rusak," ujar Noviyani saat ditemui di SD Negeri Tegalarum, Senin (2/2).

Bangunan yang mengalami perusakan adalah gedung perpustakaan sekolah. Selama ini, ruangan tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat membaca, tetapi juga digunakan siswa untuk salat berjemaah dan UKS.

Dari hasil pendataan, sedikitnya ada empat kaca jendela bagian belakang pecah. Selain itu, dinding bangunan dicoret-coret dengan tulisan. Serta ditemukan bekas lemparan berupa batu dan potongan pohon singkong yang diduga digunakan pelaku untuk merusak fasilitas sekolah.

Noviyani mengakui, peristiwa tersebut mengganggu kenyamanan lingkungan sekolah. Menurut dia, sekolah seharusnya menjadi ruang aman yang dijaga bersama, bukan justru dirusak.

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal pada hari kejadian. Namun, dampak perusakan terasa pada kegiatan ibadah siswa.

Biasanya, setelah azan zuhur sekitar pukul 12.00, siswa melaksanakan salat berjemaah di sekolah. Untuk sementara, kegiatan tersebut terpaksa ditiadakan dan siswa dipulangkan lebih awal.

Noviyani menambahkan, aksi perusakan fasilitas sekolah bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa waktu terakhir, sekolah sudah beberapa kali mengalami kejadian serupa dengan sasaran yang berbeda-beda.

"Ini bukan sekali saja. Sudah beberapa kali, hanya sasarannya berbeda. Makanya kami lapor polisi supaya ada efek jera," tegasnya.

Dia menduga, perusakan terjadi di luar jam sekolah dan kemungkinan besar pada akhir pekan. Lantaran saat Jumat sore sebelum libur, kondisi sekolah masih dalam keadaan aman. Terlebih, sekolah itu tidak memiliki pengaja di malam hari.

Sementara itu, Plt Kapolsek Borobudur AKP Anjar Prahasto membenarkan adanya laporan perusakan fasilitas SD Negeri Tegalarum. Laporan tersebut diterima dari pihak sekolah melalui seorang gurunya.

"Mereka melaporkan bahwa telah terjadi pengrusakan yang dilakukan oleh orang yang belum diketahui identitasnya," jelas Anjar.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku dalam aksi perusakan tersebut.

Seperti batu, pecahan kaca, hingga potongan pohon singkong. Hingga kini, lanjut Anjar, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku perusakan. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#batu #Borobudur #uks #Magelang #tkp #otk #sd negeri #singkong