MUNGKID - Pelaku berinisial SAN, 18, warga Tegalrejo menyerahkan diri usai terlibat pengeroyokan, Rabu (30/4) lalu. Pengeroyokan tersebut menewaskan seorang penjual durian berinisial JS, 39, warga Pakis. Korban ditemukan meninggal dunia di tepi Jalan Magelang-Kopeng pada Kamis (1/5) lalu.
Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP La Ode Arwansyah mengutarakan, sebelumnya ada tiga pelaku yang telah ditangkap. Mereka berinisial SB, 26, dan MA, 27, warga Tegalrejo serta CA, 26, warga Candimulyo yang tergabung dalam satu kelompok. Mereka mengeroyok korban atas dasar sakit hati karena sering meminum minuman keras (miras).
Baca Juga: Gegara Tidak Kuat Menanjak, Ibu-Anak Meninggal Terseret Banjir di Selokan Wilayah Kajoran Magelang
Kemudian, polisi memburu kelompok lain yang pertama kali mengeroyok korban. Dari informasi awal, ada tiga terduga pelaku lain yang melakukan penganiayaan. "Namun, setelah diambil keterangan, dari tiga orang itu, cuma satu yang dijadikan tersangka," sebutnya kemarin (16/5).
La Ode menyebut, pada Sabtu (3/5), SAN menyerahkan diri ke Polsek Tegalrejo dan dilakukan penahanan pada Minggu (2/5). Sebab dia mengaku telah memukul korban dengan tangan kosong. Sementara dua orang lainnya hanya sebagai saksi karena mereka terbukti tidak melakukan penganiayaan terhadap korban.
Itu berarti, kata dia, ada empat pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap korban. Hanya saja, polisi masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh laboratorium forensik terkait penyebab kematian korban.
JS ditemukan tak bernyawa di selokan Jalan Magelang-Kopeng, Krajan, Tegalrejo pada Kamis (1/5). Warga menduga, korban meninggal karena kecelakaan tunggal dan segera dimakamkan. Namun, polisi membongkar makam JS karena ada indikasi penganiayaan. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita