RADAR JOGJA – Semakin banyak orang mencari peluang kerja online, modus penipuan di platform sosial seperti Instagram semakin merajalela.
Salah satunya adalah iklan berupa lowongan kerja freelance yang menawarkan posisi entri data dengan gaji tinggi per hari.
Banyak para pengguna media sosial telah jatuh pada penipuan ini. Salah satunya akun X @catsedih yang membagikan pengalaman setelah mengalami modus penipuan iklan instagram ini.
“Guys kalo nemuin iklan di Instagram kayak gini, jangan tertarik yaa. Ini penipuan!” tulis pemilik akun dengan menyertai contoh iklan Instagram yang dimaksud.
Ia mengaku telah kehilangan uang sejumlah Rp. 4 juta karena mengikuti arahan sang penipu. Modus penipuan ini memiliki cara kerja dengan misi top up yang harus dikerjakan.
“Jadi cara kerja mereka tuh korban disuruh top up buat ngerjain misinya, awalnya aku ngga percaya dan bilang ngga ada uang buat gini-ginian,” ujarnya.
Pemilik akun juga menambahkan bukti percakapan pesan yang berisi cara kerja misi untuk mendapatkan komisi.
Di dalamnya terdapat foto daftar misi yakni apabila melakukan top up Rp. 500.000 akan mendapatkan profit 20 persen yang nantinya uang tersebut bisa ditarik dengan komisi berjumlah Rp. 600.000.
Daftar misi tersebut memiliki 9 ragam top up yang semakin kebawah nominal top up-nya semakin besar begitu pula dengan profitnya.
Jadi apabila sang korban memilih jumlah top up yang tinggi, maka semakin besar juga komisi yang akan didapatkan.
Pemilik akun juga ditawarkan untuk masuk kedalam sebuah grup WhatsApp karena merasa masih tidak yakin dengan cara kerja misi ini.
“Sampe akhirnya aku dimasukin grup. Karena aku tetep diem doing ga jalanin misi, jadinya di kick dari grup wkwk,” katanya.
Sampai akhirnya, ada member dari grup tersebut yang menanyakan tentang kelanjutan dan progress dari pemilik akun.
“Terus mereka ala-ala tuh biar gue tetep jalanin misi, jadi ada member grup yang chat ke gue nanya progress gue gimana,” tulisnya.
Dalam isi percakapan pesan itu, diduga member ini adalah komplotan penipu juga yang menyamar sebagai anggota dan memberikan kepercayaan serta bukti dirinya yang berhasil mendapatkan komisi hingga Rp. 2 juta lebih.
Karena merasa percaya, pemilik akun @catsedih itu pun memberanikan mengambil daftar misi top up yang Rp. 500.000. Awalnya, memang ia benar mendapatkan komisi Rp. 600.000 yang bisa ditarik.
“Harusnya berenti disitu. Karna keserakahan gue, gue to up lagi 1 juta,” ungkapnya.
Tetapi, setelah top up yang terakhir, ia tidak bisa menarik uangnya dan harus top up lagi sejumlah Rp. 3 juta.
“Mulai lah trik-trik busuk mereka disini. Katanya kalau gue mau narik uang yang 1 juta itu gue harus top up 3 juta. Bodohnya gue, gue langsung transfer 3 juta,” imbuhnya.
Tak berhenti sampai disitu, ia diharuskan transfer lagi sejumlah Rp. 6 juta untuk menarik uang yang sebelumnya.
“Gue harus transfer 6 juta buat narik duit gue yang sebelumnya HAHAHAHA, dari situ gue baru nyadar ini penipuan,” ujarnya.
Sontak cuitan akun @catsedih ini mengundang banyak komentar dari pengguna lain. Mereka ikut membagikan kejadian serupa.
“Gue juga salah satu korban mereka, bedanya gue dari wa pindah ke tele dan kena sampe 12 jutaan. And lebih ga warasnya lagi gue sampe pinjol buat top up ke mereka dan berujung di kejer-kejer pinjol karna gabisa bayar, but alhamdulillah sekarang udah selesai semua masalahnya,” kata @nbladyza.
“Sepupuku minggu lalu cerita, tabungannya kena 80 juta gara-gara dipake istrinya main ginian, dia dapat dari tiktok,” kata @slow_mo_ti_on.
“Same energy, tapi ini gue first time dapat ginian awal-awal disuruh kerjain misi dan gue dapet 150an kalo diakumulasi dari mereka, trus misi ke 3 disuruh top up gitu wkwk udah bad feeling sih tapi ngakak dan alhamdulillah ga ketipu,” ujar @foxxie_sv. (Erlika Yusfiarista)
Sumber: X @catsedih
Editor : Bahana.