Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rekam Oknum Polisi Pesta Miras, Wartawan Mengaku Dibanting dan Ponsel Dirampas

D
Kabid Propam Polda Sultra saat menemui massa aksi solidaritas terkait dugaan penganiayaan jurnalis oleh oknum anggota Satresnarkoba Polres Baubau, Jumat (9/10/2026).
Kabid Propam Polda Sultra saat menemui massa aksi solidaritas terkait dugaan penganiayaan jurnalis oleh oknum anggota Satresnarkoba Polres Baubau, Jumat (9/10/2026).

Advertisement

 

RADAR JOGJA - Seorang jurnalis TV swasta mengaku dianiaya dan disekap oknum anggota Satresnarkoba saat meliput di Mapolres wilayah Sulawesi Tenggara, Rabu (7/10/2026) malam. Polda setempat langsung menurunkan tim untuk mengusut dugaan kekerasan tersebut.

Kasus bermula saat korban berinisial JA datang ke Polres untuk konfirmasi pengungkapan kasus narkoba. Saat mencari Kasat Narkoba di ruangannya, ia mengaku memergoki tiga oknum anggota bersama dua perempuan yang diduga sedang pesta minuman keras.

Advertisement

Melihat botol miras di atas meja, korban kemudian menegur dan merekam sebagai bahan pemberitaan. Aksi itu memicu ketegangan. Oknum berinisial B diduga memaksa korban menghapus rekaman.

Korban menolak. Ia mengaku kemudian didekap, dibanting ke lantai, ditindih, dan ponselnya dirampas paksa hingga semua video dihapus. Ia juga mengaku disekap di salah satu ruangan sampai harus menggedor kaca jendela untuk meminta pertolongan warga. Akibat insiden itu, korban mengalami luka lecet di lutut kiri.

Kasus ini kemudian memicu aksi solidaritas jurnalis di depan Polda. Merespons itu, Kabid Humas Polda menyatakan tim Propam Polda telah diberangkatkan ke lokasi untuk pendalaman.

Advertisement

"Propam Polda sudah berangkat ke Baubau untuk mendalami keterangan-keterangan tersebut dan mencari informasi lainnya supaya terang benderang apa peristiwa yang terjadi," kata Kabid Humas.

Ia menegaskan pihaknya menghormati kerja jurnalistik, namun menyebut ruang Satresnarkoba saat kejadian merupakan area terbatas karena sedang memeriksa dua tersangka narkotika.

"Mari kita jaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas-tugas jurnalis dalam menyampaikan informasi publik dengan pelaksanaan tugas kepolisian. Ketika ada yang tidak sejalan, mari kita bicarakan bersama," ujarnya.

Kabid Propam menambahkan, tiga personel terduga akan ditarik ke Polda setelah pemeriksaan saksi selesai dan terancam patsus serta sidang etik jika terbukti.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dugaan Pelecehan Oknum Satpam SMAN 1 Sentolo Terungkap, Sekolah Mengaku Kesulitan Bukti

Dugaan Pelecehan Oknum Satpam SMAN 1 Sentolo Terungkap, Sekolah Mengaku Kesulitan Bukti

Manajemen SMA Negeri 1 Sentolo akhirnya memberikan klarifikasi terkait dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum satpam sekolah berinisial S (50) terhadap sejumlah siswi. Pihak sekolah membenarkan bahwa..

Tunggu Verifikasi Dugaan Oknum Ormas Terlibat Kericuhan saat Demo di Simpang Empat Gramedia

Tunggu Verifikasi Dugaan Oknum Ormas Terlibat Kericuhan saat Demo di Simpang Empat Gramedia

Kesbangpol DIJ menyerahkan proses klarifikasi dan verifikasi kepada pihak berwenang, terkait dugaan keterlibatan oknum ormas yang melakukan provokasi hingga menimbulkan kericuhan saat unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia

Praktik Pungutan Iuran terhadap Warga Baru Masih Terjadi di Yogyakarta, Barusan Menempati Didatangi Oknum RT Minta Rp 3 Juta

Praktik Pungutan Iuran terhadap Warga Baru Masih Terjadi di Yogyakarta, Barusan Menempati Didatangi Oknum RT Minta Rp 3 Juta

Praktik pungutan iuran bagi warga pendatang baru di DIJ ternyata masih terjadi hingga saat ini. Parahnya, penarikan itu sering dilakukan tanpa mengantongi payung hukum yang sah seperti peraturan kalurahan (perkal). Sejum

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer