RADAR JOGJA – Awal Februari lalu sejumlah seniman dan budayawan berkunjung ke istana negara. Pada saat itu Presiden Jokowi menyatakan seni pertunjukan harus bangkit kembali.

Salah satu seniman Indonesia sekaligus pemimpin Rosan Production Butet Kartaredjasa merespon. Menurutnya kegiatan seni budaya merupakan akar pembangunan kualitas manusia. Baginya, ini merupakan sebuah investasi penting berbangsa dan bernegara.

“Presiden berharap pertunjukan seni dapat digelar dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Ditonton 50 persen penonton dari kapasitas gedung. Kemungkinan dapat bertambah menjadi 70 hingga 80 persen,” jelasnya saat ditemui di salah satu kafe di Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Jumat (5/8).

Butet juga mengatakan Presiden Joko Widodo mendorong BUMN dan perusahaan swasta untuk turut memberikan dukungan. Salah satunya melalui dana CSR kepada kegiatan seni budaya.

Menurutnya, komitmen Presiden akan menjadi bukti nyata hadirnya negara. Terlebih dalam menyelamatkan hidupnya kesenian dan kebudayaan di Indonesia.

“Merespon yang disampaikan oleh bapak presiden, Rosan production menginisiasi 20 kelompok pelaku pertunjukan tradisional untuk mementaskan karyanya. Baik itu di dalam gedung pertunjukan maupun di kampung-kampung,” katanya.

Inilah yang tengah dirancang oleh Butet dan timnya. Berupa pementasan yang terbagi dalam 20 kegiatan. Terdiri dari pementasa wayang kulit, ketoprak, musik, dan teater rakyat.

Butet berharap, pementasan ini dapat mengaktifkan kembali kelompok-kelompok seni tradisi pasca pandemi. Selain itu dapat mengaktifkan kantong-kantong budaya. Imbasnya tentang perputaran pada sektor ekonomi kreatif juga berjalan.

“Berharap adanya efek domino dari UMKM yang akan bangkit lagi. Terutama untuk menggerakkan ekonomi mikro. Minimal memberikan hiburan bagi para penikmat seni tradisi,” ujar Butet. (obi/ isa/dwi)

Seni dan Budaya