RADAR JOGJA – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar pameran bertajuk Jayapatra : Dedikasi Yogyakarta bagi Bangsa. Bertempat di Pagelaran Keraton, pameran ini menyajikan beragam artefak dan arsip. Khususnya tentang rekam jejak sejarah Keraton, Jogjakarta dan Indonesia.
Ketua penyelenggara pameran GKR Bendara mengungkapkan sejarah Keraton, Jogjakarta dan Indonesia saling melengkapi. Seperti peran tokoh-tokoh dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Pameran Jayapatra ini menggunggah sejarah perjalanan bagaimana Jogjakarta tidak hanya Keraton tapi tokoh di Jogjakarta punya jasa besar terhadap Indonesia,” jelasnya ditemui di Pagelaran Keraton, Selasa (8/3).
Penghageng KHP Nitya Budaya Keraton Jogjakarta ini menuturkan pameran merupakan rangkuman peristiwa. Khususnya pada era Sri Sultan Hamengku Buwono VII hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X. Mulai dari peristiwa seni, sosial hingga konflik dengan Belanda.
Dalam setiap ruang pamer menyajikan beragam kontribusi Jogjakarta untuk Indonesia. Adapula peran Keraton dengan mendirikan 71 sekolah partikel di jaman Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Hingga fasilitasi berdirinya Universitas Gadjah Mada di era Sri Sultan Hamengku Buwono X.
“Kita mencoba tapi kebanyakan arsip karena sejarah, begitu banyak arsip yang menandai perjalanan sejarah itu,” katanya.
Putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X ini juga bercerita tentang korelasi Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Dibuktikan dengan ruang pamer yang menyajikan perjalanan sebelum Serangan Oemoem 1 Maret 1949. Hingga akhirnya Belanda keluar dari Indonesia.
Hanya saja tidak semua peristiwa sejarah bisa terangkum. Pameran hanya menyajikan sejumlah potongan melalui arsip dan artefak. Seperti cerita perjuangan hingga peralatan pendukung kemerdekaan. Seperti adanya uang gulden sumbangan Keraton Jogjakarta kepada Indonesia.
“Bagaimana tokoh-tokoh atau leluhur dari Keraton Jogja berpartisipasi dalam membangun Indonesia. Lebih kepada itu, kalau sejarah Jogja terlalu besar. Lalu Serangan Umum kita rayakan dan ramai diberitakan. Tentu banyak jasa dari eyang ke IX (Sri Sultan Hamengku Buwono IX),” ujarnya.
Pameran Jayapatra berlangsung hingga 12 Juni 2022. Sejumlah rangkaian mewarnai pameran artefak dan arsip Keraton. Salah satunya adalah virtual tour pameran.
Sementara untuk kunjungan, harus melalui pemesanan. Setiap kunjungan akan dibatasi jumlah pengunjungnya. Berupa rombongan 20 orang untuk setiap slotnya.
“Reservasi di Keraton Jogja website. Slot perjam kita atur sehingga tidak terlalu lebih dari 20 orang sekali jalan. Prokes sudah memenuhi syarat dan berikan opsi untuk virtual tour. Untuk institusi yang harus tutup bisa buat janji untuk virtual tour, tentu juga bagi orang diluar Jogja,” katanya. (Dwi)

Seni dan Budaya