RADAR JOGJA – Pekan Budaya Difabel (PBD) 2021 menjadi ruang kreatif para seniman penyandang disabilitas. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan DIJ ini mengusung tema Gemati. Bermakna sebagai wujud intepreyasi dari rasa dan tulus.

Seniman Broto Wijayanto menilai ajang ini sangatlah spesial. Menyajikan karya-karya dari seniman dengan disabilitas dengan cara yang berbeda. Tak sekadar menjadi ruang pamer tapi juga adanya pintu diskusi bersama para seniman yang terlibat.

“Fokus utama tetap memajukan kesenian dan kebudayaan di Jogjakarta. Hanya saja memang ruang yang tercipta ini untuk mempertemukan asumsi-asumsi dari pada pelaku kesenian yang menyandang difabel,” jelasnya ditemui di Kantor Dinas Kebudayaan DIJ.

Terkait Gemati, seniman teater ini turut menjelaskan maknanya. Merupakan wujud relasi dari seluruh elemen masyarakat. Terutama dalam memahami manusia tanpa memandang adanya perbedaan.

“Dibutuhkan rasa sebagai penguat hubungan, konteks Gemati juga penting agar masyarakat inklusi dapat terjadi, tidak hanya di antara difabel, namun juga dengan non difabel. Gemati melambangkan bagaimana masyarakat saling paham, menyesuaikan dan menata rasa,” katanya.

Dalam pameran karya kali ini juga turut melibatkan Dinas Sosial DIJ. Perannya sebagai pendamping para seniman penyandang disabilitas. Alhasil setiap potensi seni para seniman dapat terpetakan dengan baik.

Pasca terpetakan, potensi seni diasah untuk menjadi lebih tajam. Dengan memberikan fasilitas dan dukungan untuk terus berkarya. Termasuk salah satunya hadirnya ruang pamer dalam PDB 2021.

“Nanti karya-karya yang dipamerkan harapannya tidak hanya terkesan bukan cuma untuk menuh-menuhin ruang, tapi yang di pamerkan itu memang karya-karya yang sangat di apresiasi,” ujarnya.

Pembukaan PBD 2021 sendiri berlangsung secara daring di kanal YouTube Dinas Kebudayaan DIJ, Minggu malam (28/11). Sementara untuk pameran karya dari 29 November 2021 hingga 3 Desember 2021. Sejumlah rangkaian sejatinya diawali sejak 13 November 2021 dan ditutup dengan operet pada 3 Desember 2021. (om10/dwi)

Seni dan Budaya