RADAR JOGJA – Ketoprak Mataram Gilang Mudha Budaya baru saja mementaskan lakon bertajuk Canggah Wareng Wanabaya Mangir “Lakon Kumandangane Katresnan. Pentas ketoprak itu berlangsung di pendapa Mangir tengah Kampung Wisata Situs Mangir, Sendangsari, Pajangan, Bantul.

“Kami berharap dari pentas ini bisa menggali berbagai potensi wisata di Mangir ini,” ucap Lurah Desa Sendangsari Durori saat memberikan sambutan pada acara yang berlangsung pada Sabtu (9/10) malam.

Pentas ketoprak yang didukung Dinas Pariwisata DIJ itu diadakan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Jumlah penonton dibatasi. Sebagian besar adalah warga Dusun Mangir.

Durori mengungkapkan banyak potensi yang dapat dikembangkan dari Kampung Wisata Mangir. Di antaranya, ada situs peninggalan Ki Ageng Mangir Wanabaya. Bentuknya berupa batu yang dulunya merupakan dampar Ki Ageng Mangir Wanabaya. Ada juga situs batu lingga dan yoni. Kemudian ada batu lumpang di Mangir tengah. Sedangkan di Mangir kidul ada situs batu berwujud gamelan.

“Di Mangir lor ada Kebo Andini yang menjadi tempat dan semedi masyarakat tempo dulu,” tambah Ketua Panitia Saiful Hadi.

Pentas ketoprak yang berdurasi dua jam itu mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat. Mereka mengucapkan terima kasih atas atensi Anggota Komisi B DPRD DIJ Aslam Ridlo yang ikut mendorong pagelaran ketoprak itu berlangsung di Mangir.

“Masyarakat ingin kegiatan semacam ini bisa lebih dintensifkan,” ujar Saiful.

Dukuh Mangir Sumardi menginformasikan wisata kuliner juga ada di Mangir. Misalnya ada Legokan Ngancar. Lokasi ini tak jauh dari tempuran Sungai Bedog dan Sungai Progo. Di samping itu juga ada gudeg manggar di Mangir Kidul. Dusun Mangir Lor ada padepokan pencak silat Setia Hati Terate pimpinan Tri Jaka Santosa.

“Namanya Gudeg Manggar Pembayun,” jelasnya. (sce/kus/dwi)

Seni dan Budaya