RADAR JOGJA – Gestur dan tampilan fisik seseorang terkadang memengaruhi cara pandang seseorang terhadap dirinya sendiri. Ada banyak rasa yang muncul, mulai dari rasa ragu, rasa percaya diri, hingga terkumpul sebuah konsep diri.

Rasa inilah yang ingin diungkapkan oleh seniman lukis Utin Rini Anggraini yang mencoba merayakan tubuh dengan cara menggambarkannya secara dekat dan intim.  Tubuh dilepaskan dari pose dan gestur, dia hadir dalam bagian- bagiannya yang terpisah namun ditampilkan begitu dekat dalam pameran tunggal Serenade of the Body yang diadakan dari 14-21 Juni 2021.

”Saya tidak menggambarkan tubuh secara jelas, tidak ada gender, semua sama. Memainkan komposisi bentuk-bentuk organik,” ujar Utin, sapaannya, di sela pameran tunggalnya di Kumpeni Burger Stonemilker Ward Building Jalan Demangan Baru, Jogja, Kamis (17/6).

BODY SPEAK UP: Utin Rini saat pembukaan pameran Serenade of the Body. (REREN INDRANILA/RADAR JOGJA)

Menurutnya, banyak persoalan dan beban bawaan tubuh yang pantas dirayakan sebagai individu. ”Dalam ruang pameran disediakan satu kanvas bertema Body Speak Up, penikmat seni, masyarakat, semuanya berhak menyuarakan tubuhnya masing-masing dengan menuliskan isi hati mereka,” tutur ibu dua anak ini.

Utin Rini merupakan seniman yang cenderung menggeluti pop art yang mengarah pada eksperimen dan membebaskan ide dalam dirinya. Perempuan kelahiran Pontianak, 18 Desember 1976 ini mengaku ada banyak ide yang muncul dari sisi eksperimen kehidupannya yang tak lepas dari musik. Kehidupan domestik pun bisa diubahnya dalam sebuah karya yang apik. ”Ya mungkin bisa dibilang feminis milenial dengan kemasan manis meski terkesan centil,” tuturnya. (ila)

Seni dan Budaya