RADAR JOGJA – Ngayogjazz tahun ini menolak untuk dibatalkan meskipun pandemi Covid-19 belum selesai. Perhelatan tahun ini diadakan secara daring sepenuhnya pada 19-21 November 2019 mendatang.

Board of Creative Ngayogjazz, Novindra Diratara menjelaskan, meskipun tidak bisa menghadirkan penonton, dia tetap ingin ada dampak berlapis (multiply effect) untuk perekonomian masyarakat dusun Karangtanjung, Pendowoharjo, Ngaglik, Sleman.

“Tahun ini kami membuat e-commerce yang didekasikan untuk masyarakat desa. Ada potensi puluhan UMKM di Karangtanjung termasuk penginapan homestay. Supaya mereka bisa lebih besar lagi. Kali ini kami berusaha tetap memesan produk UMKM Karangtanjung. Tiga hari setelah Ngayogjazz tetap ada orderan peyek, kripik jamur, dan sebagainya,” jelasnya saat ditemui Senin (16/11).

Penonton Ngayogjazz dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan Ngayogjazz 2020 mulai dari Lekasan (pra-acara) hingga acara utama melalui website www.ngayogjazz.com. Ngayogjazz daring tentunya tidak sekadar livestreaming konser musik saja. Website Ngayogjazz menampilkan peta ilustrasi lokasi gelaran Ngayogjazz sehingga nantinya sedulur jazz dapat memilih dan mengakses panggung yang ingin disaksikan, dan berbagai informasi dan atraksi lainnya.

Hal ini dilakukan dalam upaya untuk menghadirkan suasana Ngayogjazz seperti yang dirasakan sedulur jazz.
Untuk tahun 2020 ini Ngayogjazz memilih Ngejazz Tak Gentar yang terinspirasi lagu gubahan Cornel Simanjuntak yang berjudul “Maju Tak Gentar”. Ngayogjazz melalui music terutama jazz, mengingatkan kembali agar masyarakat Indonesia bersatu dan bersama-sama bahu-membahu menyelesaikan tantangan yang ada saat ini.

Tema ini juga dipilih sebagai upaya Ngayogjazz dalam menjawab dan menghadapi tantangannya untuk terus mencari cara agar tetap bisa jamming dengan sedulur jazz.
“Ngejazz Tak Gentar sebagai symbol bagaimana kita tak gentar berbuat sesuatu. Jangan karena pandemi kita berdiam diri. Dengan kondisi pandemic bias berbuat sesuatu untuk masyarakat. Ini juga untuk ajakan musisi atau yang ada di dunia kreatif untuk tetap berkarya,” jelas Novindra.

Panggung tidak dibuat untuk penonton sehingga didesain seperti studio untuk merekam pertunjukan musik dan disiarkan secara langsung melalui live streaming. Beberapa musisi akan dating ke panggung-panggung tersebut. Sebelumnya, mereka diwajibkan menyertakan hasil rapid test Covid-19 agar dapat mengikuti rangkaian acara. Selain itu, ada pula yang direkam terlebih dahulu untuk nantinya ditampilkan.
“Yang on location ada Idang Rasjidi, Endah Laras, Bonita & Adoy bersama Denny Dumbo dan Silir Wangi, Kua Etnika. Lalu yang tapping komunitas dari seluruh Indonesia. Ada Balikpapan, Surabaya, Ponorogo. Lalu ada White Shoes and The Couple Company. Situasi yang kepepet tapi bakal asyik sekali,” jelasnya.

Ada pula Ligro Trio, Nita Aartsen Quatro feat Rubem Farias & Made Wardana, Bintang Indrianto feat Sruti Respati & Eugen Bounty, Nationaal Jeugd Jazz Orkest and Ruben Rein (Belanda), dan MLD Jazz Project Season 4. (sce/asa/ila)

Seni dan Budaya